Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tel Aviv Dihantam Gelombang Serangan Rudal dan Drone IRGC dalam Operasi True Promise 4

JAKARTA, Framing NewsTV – Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan gelombang terbaru serangan rudal dan drone ke wilayah Tel Aviv. Operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi militer yang dikenal dengan nama True Promise 4.

Serangan yang terjadi pada Jumat dini hari tersebut disebut sebagai gelombang ke-21 dalam rangkaian operasi militer Iran. IRGC menyatakan bahwa serangan ini dilakukan dengan kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang diarahkan ke sejumlah target strategis di pusat Tel Aviv.

Menurut laporan yang dikutip dari Sepah News, operasi tersebut diluncurkan dengan kode khusus “Ya Moaz al-Momenin”, sebuah frasa simbolik yang digunakan dalam operasi militer tersebut.

Serangan Diluncurkan Sebelum Fajar

IRGC menjelaskan bahwa operasi militer dimulai sebelum fajar pada Jumat pagi. Dalam operasi tersebut, pasukan Iran menargetkan berbagai lokasi penting yang berada di pusat Tel Aviv.

Serangan dilakukan menggunakan kombinasi sistem persenjataan modern, termasuk rudal balistik Kheibar Shekan, yang dikenal sebagai salah satu rudal presisi milik Iran.

Selain rudal balistik, Iran juga mengerahkan sejumlah drone tempur yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara lawan serta menyerang target strategis di wilayah perkotaan.

Menurut IRGC, kombinasi antara drone dan rudal balistik dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas serangan dan memperbesar peluang menembus sistem pertahanan udara musuh.


Peluncuran gelombang serangan ini juga memiliki makna simbolik bagi Iran. IRGC menyebut bahwa operasi tersebut bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Imam Hassan al-Mujtaba, tokoh penting dalam tradisi Islam Syiah.

Momentum tersebut disebut sebagai bagian dari pesan moral dan simbolis dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Bagi Iran, penggunaan simbol religius dalam operasi militer kerap digunakan untuk memperkuat semangat nasional serta solidaritas di dalam negeri.

Kerusakan Dilaporkan Terjadi di Pusat Tel Aviv

Sejumlah rekaman video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan dampak dari serangan tersebut. Gambar-gambar yang dipublikasikan memperlihatkan kerusakan yang cukup luas pada beberapa bangunan di wilayah yang menjadi sasaran.

Beberapa bangunan di pusat Tel Aviv dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat ledakan yang terjadi setelah rudal menghantam area tersebut.

Media Israel, termasuk surat kabar Haaretz, juga melaporkan bahwa serangan rudal terbaru telah menyebabkan kerusakan luas pada sejumlah target di jantung kota Tel Aviv.

Namun hingga kini belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan secara keseluruhan.

Rudal Kheibar Shekan Disebut Sulit Dicegat

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam serangan ini adalah penggunaan rudal balistik Kheibar Shekan.

Berdasarkan video yang beredar di internet, rudal tersebut tampak terpecah menjadi beberapa bagian saat berada di tengah penerbangan. Setiap bagian kemudian bergerak menuju target secara terpisah.

Teknologi ini disebut memungkinkan rudal membawa beberapa hulu ledak yang dapat menyerang beberapa titik sekaligus.

Dengan mekanisme tersebut, sistem pertahanan udara musuh dinilai akan lebih sulit mencegat seluruh hulu ledak yang menuju target.

Dalam beberapa rekaman yang beredar, disebutkan bahwa tidak terlihat adanya intersepsi dari sistem pertahanan udara Israel selama momen benturan rudal tersebut.

Serangan Didedikasikan untuk Korban Sekolah di Minab

IRGC menyatakan bahwa gelombang serangan ini dilakukan untuk mengenang para korban dalam tragedi yang terjadi sebelumnya di kota Minab, Iran.

Menurut pernyataan Iran, sebanyak 175 anak-anak dan guru dilaporkan tewas dalam serangan udara yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di wilayah tersebut.

Serangan yang dimaksud dilaporkan terjadi pada subuh tanggal 28 Februari ketika pasukan AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Iran menyebut operasi tersebut sebagai tindakan perang yang ilegal dan tidak memiliki provokasi sebelumnya.

Iran Sebut Serangan terhadap Sekolah Sebagai Kejahatan Besar

Para pejabat Iran mengecam keras insiden yang menewaskan ratusan anak dan guru tersebut. Mereka menyebut serangan itu sebagai tindakan genosida yang disengaja terhadap warga sipil.

Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut harus dimintai pertanggungjawaban di tingkat internasional.

Tragedi tersebut memicu gelombang duka mendalam di seluruh Iran. Sejumlah upacara penghormatan dan peringatan digelar di berbagai kota untuk mengenang para korban.

Masyarakat Iran juga mengadakan berbagai acara publik untuk memberikan penghormatan kepada anak-anak dan guru yang meninggal dalam tragedi tersebut.

Situasi ini semakin mempertegang hubungan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, serta meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. (fntv)

Posting Komentar untuk "Tel Aviv Dihantam Gelombang Serangan Rudal dan Drone IRGC dalam Operasi True Promise 4"