Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Operasi Balasan Iran Guncang Energi Israel, Ladang Gas Utama di Mediterania Terpaksa Ditutup

JAKARTA, Framing NewsTV – Operasi pembalasan yang dilakukan Iran terhadap agresi militer Amerika Serikat dan Israel mulai menimbulkan dampak besar pada sektor energi Israel. Serangan rudal balasan memicu kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur strategis, sehingga memaksa penghentian produksi gas di sejumlah ladang lepas pantai utama di wilayah Laut Mediterania. Kondisi ini memperlihatkan kerentanan sistem energi Israel di tengah eskalasi konflik regional yang semakin memanas.

Serangan Rudal Picu Gangguan Energi Israel

Laporan media Israel menyebutkan bahwa ancaman serangan rudal telah mengguncang pasar energi domestik negara tersebut. Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa ketegangan perang menyebabkan penghentian sebagian besar produksi gas alam dari ladang lepas pantai karena risiko serangan terhadap anjungan pengeboran.

Situasi keamanan yang tidak menentu membuat operator energi memilih menghentikan operasi untuk mencegah kerusakan besar pada fasilitas produksi gas. Infrastruktur energi yang berada di perairan terbuka dinilai sangat rentan terhadap serangan rudal jarak jauh dalam kondisi perang.

Akibat gangguan tersebut, sistem kelistrikan Israel harus mencari alternatif pasokan energi untuk menjaga stabilitas jaringan listrik nasional.

Israel Kembali Gunakan Batu Bara dan Diesel

Penurunan pasokan gas alam memaksa jaringan listrik Israel kembali bergantung pada bahan bakar yang lebih berpolusi, seperti batu bara dan diesel. Langkah darurat ini diambil untuk menutupi kekurangan pasokan energi yang biasanya berasal dari ladang gas lepas pantai.

Media Israel lainnya, Ynet, melaporkan bahwa ancaman rudal juga menyebabkan penangguhan kegiatan eksplorasi dan produksi di dua ladang gas besar, yakni Leviathan Gas Field dan Karish Gas Field.

Penutupan fasilitas tersebut terjadi pada saat yang sama ketika pasar energi global mengalami kenaikan harga minyak, sehingga menambah tekanan terhadap sektor energi Israel.

Ladang Tamar Jadi Penopang Utama

Dengan dihentikannya dua ladang gas besar tersebut, ladang gas Tamar Gas Field kini menjadi sumber utama pasokan gas alam bagi sektor listrik Israel.

Sejak pecahnya konflik, Tamar berfungsi sebagai tulang punggung pasokan energi nasional setelah otoritas keamanan memerintahkan penghentian operasi di sejumlah fasilitas lain demi alasan keselamatan.

Namun ketergantungan yang tinggi pada satu sumber energi juga memicu kekhawatiran mengenai stabilitas pasokan listrik jika konflik berlangsung lebih lama.

Kekhawatiran Stabilitas Energi Israel

Situasi ini memicu perdebatan di kalangan pakar energi Israel mengenai kemampuan negara tersebut mempertahankan stabilitas energi jika perang berkepanjangan.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa gangguan produksi gas yang berlangsung lama berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar dan listrik secara signifikan.

Amit Mor, kepala eksekutif perusahaan konsultan strategis Eco Energy dan dosen di Reichman University, menjelaskan bahwa penghentian produksi dilakukan untuk menghindari kerusakan besar pada infrastruktur energi.

Menurut Mor, jika gas tetap mengalir saat sebuah platform produksi terkena rudal, kerusakan yang terjadi bisa mencapai miliaran dolar. Ia menilai keputusan menghentikan operasi sementara merupakan langkah pencegahan yang realistis dalam kondisi perang.

Mor menambahkan bahwa produksi gas dapat kembali dilanjutkan setelah ancaman rudal mereda. Namun jika penghentian berlangsung lebih dari satu bulan, dampaknya dapat mulai dirasakan pada pasokan listrik nasional.

Kilang Haifa Beroperasi Sebagian

Selain ladang gas, sektor pengolahan minyak juga mengalami gangguan. Kilang minyak di Haifa dilaporkan saat ini beroperasi secara terbatas.

Operasi yang tidak penuh tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan bakar domestik, termasuk bahan bakar untuk sektor penerbangan.

Para analis memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut, Israel juga harus menghadapi dampak ekonomi dari kenaikan harga energi global yang terus berfluktuasi akibat ketidakpastian geopolitik.

Iran Keluarkan Peringatan Soal Ekspor Minyak

Di sisi lain, pejabat militer senior Iran mengeluarkan peringatan keras terkait ekspor minyak di tengah konflik yang berlangsung.

Dalam pernyataan kepada media regional Al Mayadeen, pejabat tersebut menyebut bahwa persamaan pencegahan baru sedang terbentuk dalam konfrontasi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ia bahkan memperingatkan bahwa “tidak satu liter pun minyak” akan diizinkan mencapai pihak lawan maupun sekutunya sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Energi Dunia

Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa jalur pelayaran melalui Selat Hormuz akan berada di bawah pengawasan militer dan keamanan yang sangat ketat selama masa perang.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia karena biasanya menangani sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global.

Ketegangan di jalur ini berpotensi memicu dampak besar terhadap pasar energi internasional, termasuk lonjakan harga minyak dan gangguan distribusi energi global.

Jika konflik terus meningkat, tekanan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah dapat memperluas dampak krisis energi ke berbagai negara di dunia. (fntv)

Sumber: Kantor Berita Al Mayadeen

Posting Komentar untuk "Operasi Balasan Iran Guncang Energi Israel, Ladang Gas Utama di Mediterania Terpaksa Ditutup"