Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Militer Iran Bersumpah Setia kepada Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Revolusi Islam

JAKARTA, Framing NewsTV – Angkatan Bersenjata Iran secara resmi menyatakan sumpah setia kepada Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei yang baru diangkat sebagai Pemimpin Revolusi Islam. Pernyataan ini menjadi momen penting dalam dinamika politik Iran setelah terjadinya pergantian kepemimpinan nasional.

Deklarasi kesetiaan tersebut menandai dukungan penuh militer terhadap kepemimpinan baru di tengah situasi geopolitik yang dinilai sedang berada dalam kondisi sensitif.

Dukungan dari Seluruh Struktur Militer Iran

Setelah Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin baru Revolusi Islam, berbagai institusi militer Iran menyampaikan pernyataan dukungan secara terpisah.

Di antaranya adalah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kementerian Pertahanan, Dewan Pertahanan, Pasukan Quds IRGC, serta seluruh unsur militer lainnya.

Pernyataan-pernyataan tersebut tidak hanya menegaskan kesetiaan militer kepada kepemimpinan baru, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjaga prinsip dan nilai-nilai Republik Islam Iran.

Penegasan Komitmen terhadap Keamanan Nasional

Selain menegaskan dukungan terhadap kepemimpinan baru, militer Iran juga menyatakan kesiapan untuk terus menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Dalam pernyataan tersebut, disebutkan bahwa momen transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah periode yang dinilai kritis bagi Iran. Negara tersebut disebut sedang menghadapi perang agresi tanpa provokasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis.

Oleh karena itu, militer Iran menegaskan dedikasinya untuk mempertahankan keamanan nasional serta menjaga nilai-nilai Islam yang menjadi dasar Republik Islam Iran.

Mojtaba Khamenei Dipilih sebagai Pemimpin Revolusi Islam Ketiga

Majelis Pakar Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga pada dini hari 9 Maret 2026.

Penunjukan tersebut dilakukan setelah wafatnya Ayatollah Seyed Ali Khamenei yang telah memimpin Iran selama 37 tahun sejak meninggalnya Imam Khomeini pada tahun 1989.

Dengan keputusan tersebut, Mojtaba Khamenei melanjutkan kepemimpinan tertinggi dalam sistem politik Republik Islam Iran.

Reaksi Majelis Pakar atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Dalam pernyataan resminya, Majelis Pakar Iran menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah korban lain dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Majelis juga mengecam keras tindakan yang disebut sebagai agresi brutal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun berada dalam situasi perang dan ancaman langsung dari pihak musuh, Majelis Pakar tetap segera menjalankan tugas konstitusionalnya.

Proses Pemilihan Pemimpin Baru Iran

Majelis Pakar menyebut bahwa setelah kemartiran Ayatollah Ali Khamenei, lembaga tersebut langsung memulai proses pemilihan pemimpin baru tanpa penundaan.

Setelah melalui peninjauan yang cermat dan menyeluruh serta mempertimbangkan kewajiban agama, Majelis Pakar dalam pertemuan yang digelar pada hari Minggu memutuskan memilih Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.

Keputusan tersebut diambil melalui suara mayoritas anggota majelis yang hadir dalam sidang.

Peran Majelis Pakar dalam Sistem Politik Iran

Majelis Pakar memiliki peran penting dalam sistem politik Iran, yakni memilih dan mengawasi kegiatan Pemimpin Revolusi Islam.

Para anggota majelis dipilih secara langsung oleh rakyat Iran melalui pemilihan umum dengan masa jabatan selama delapan tahun.

Melalui mekanisme tersebut, Majelis Pakar memegang kewenangan konstitusional untuk menentukan kepemimpinan tertinggi serta mengawasi jalannya pemerintahan sesuai prinsip Revolusi Islam. (fntv)

Sumber: Kantor Berita Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "Militer Iran Bersumpah Setia kepada Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Revolusi Islam"