Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menteri Kesehatan Iran: 1.255 Warga Sipil Tewas dalam Serangan AS–Israel, 200 di Antaranya Anak-Anak

JAKARTA, Framing NewsTV – Pemerintah Iran melalui pejabat Kementerian Kesehatan melaporkan meningkatnya korban jiwa akibat serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah Iran. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, menyatakan bahwa sedikitnya 1.255 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk sekitar 200 anak-anak, dengan mayoritas korban merupakan warga sipil.

Selain korban meninggal, lebih dari 12.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan udara dan ledakan yang melanda berbagai kota di Iran sejak akhir Februari.

Ribuan Korban dari Berbagai Kelompok Usia

Dalam wawancara dengan media internasional Al Jazeera, Ali Jafarian menjelaskan bahwa korban tewas berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi berusia delapan bulan hingga warga lanjut usia berumur 88 tahun.

Ia menegaskan bahwa sebagian besar korban merupakan warga sipil yang tidak terlibat dalam aktivitas militer.

Menurutnya, banyak korban berada di rumah atau tempat kerja ketika serangan terjadi sehingga tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Selain warga sipil, sejumlah tenaga medis juga menjadi korban dalam serangan tersebut. Laporan pemerintah Iran menyebutkan sedikitnya 11 tenaga kesehatan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Infrastruktur Kesehatan Turut Rusak

Serangan udara juga berdampak besar pada sistem kesehatan Iran. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa sedikitnya 29 fasilitas medis terdampak oleh serangan tersebut.

Dari jumlah tersebut, sekitar 10 pusat layanan kesehatan terpaksa ditutup karena mengalami kerusakan berat.

Selain rumah sakit, sekitar 52 klinik kesehatan, 18 lokasi layanan darurat, serta 15 ambulans juga mengalami kerusakan atau hancur akibat serangan udara.

Kerusakan infrastruktur medis ini memperburuk kondisi penanganan korban karena fasilitas kesehatan harus menangani ribuan pasien dengan kapasitas yang terbatas.

Serangan Targetkan Infrastruktur Energi

Selain fasilitas sipil, serangan juga menargetkan sejumlah infrastruktur energi penting di Iran.

Beberapa lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran serangan antara lain fasilitas penyimpanan minyak Aghdasieh di timur laut Teheran, kilang minyak Teheran di wilayah selatan kota, serta depot minyak Shahran di bagian barat ibu kota.

Serangan terhadap fasilitas tersebut memicu kebakaran besar yang menghasilkan asap tebal dan menyelimuti sebagian wilayah Teheran.

Akibatnya, langit kota sempat tertutup asap hitam hingga siang hari, membuat kondisi lingkungan menjadi sangat buruk.

Risiko Kesehatan bagi Warga

Kebakaran pada fasilitas minyak juga menimbulkan potensi bahaya kesehatan bagi masyarakat.

Asap beracun yang dihasilkan dari kebakaran tersebut berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pemerintah Iran bahkan menyarankan warga untuk tetap berada di dalam rumah dengan jendela tertutup guna menghindari paparan udara berbahaya.

Selain itu, para pejabat kesehatan juga memperingatkan kemungkinan munculnya hujan asam akibat pencemaran udara dari kebakaran besar tersebut.

Jika terjadi, hujan asam dapat mencemari tanah dan memberikan dampak ekologis jangka panjang bagi lingkungan sekitar.

Dugaan Pelanggaran Hukum Internasional

Iran menilai serangan terhadap wilayah sipil dan infrastruktur publik berpotensi melanggar hukum internasional.

Berdasarkan ketentuan dalam Konvensi Jenewa, khususnya Pasal 51 Protokol Tambahan I, warga sipil tidak boleh menjadi sasaran serangan dalam konflik bersenjata.

Aturan tersebut juga melarang serangan tanpa pandang bulu yang dapat menimbulkan kerugian sipil yang berlebihan dibandingkan keuntungan militer yang diperoleh.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa sejumlah fasilitas yang diserang bukan merupakan target militer, meskipun pihak Israel sebelumnya mengklaim bahwa beberapa lokasi penyimpanan bahan bakar digunakan untuk mendukung operasi militer.

Serangan Masih Terus Terjadi

Di tengah meningkatnya jumlah korban dan kerusakan infrastruktur, laporan terbaru menunjukkan bahwa serangan masih terus berlangsung.

Ledakan kembali terdengar di beberapa wilayah Iran, termasuk di kota Qom dan ibu kota Teheran.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel ini memicu kekhawatiran internasional karena berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Berbagai pihak kini menyerukan langkah diplomasi guna menghentikan kekerasan serta mencegah dampak kemanusiaan yang lebih besar di wilayah tersebut. (fntv)

Sumber: Kantor Berita Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "Menteri Kesehatan Iran: 1.255 Warga Sipil Tewas dalam Serangan AS–Israel, 200 di Antaranya Anak-Anak"