Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menhan Iran Amir Hatami dan Komandan IRGC Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel-AS

JAKARTA, Framing NewsTV — Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026). Selain Hatami, Komandan Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Mohammed Pakpour, juga disebut menjadi korban dalam operasi militer tersebut.

Informasi mengenai kematian kedua pejabat tinggi militer Iran itu diungkap oleh dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel serta satu sumber regional, sebagaimana diberitakan Reuters. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran terkait kabar tersebut.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Laporan serupa juga disampaikan Al Jazeera, yang menyebut jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan meningkat menjadi 201 orang, dengan lebih dari 700 lainnya mengalami luka-luka.

Media tersebut melaporkan bahwa di antara korban tewas termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah anggota keluarganya. Selain itu, nama Amir Hatami dan Mohammed Pakpour juga masuk dalam daftar korban yang dilaporkan.

Meski demikian, situasi di lapangan masih berkembang dan belum semua informasi dapat diverifikasi secara independen.

Serangan dan Dampak Regional

Serangan yang dilancarkan Israel dan AS disebut menyasar sejumlah fasilitas militer serta lokasi strategis di berbagai wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Dampak serangan tidak hanya berupa kerusakan infrastruktur, tetapi juga korban sipil.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran terus melancarkan serangan balasan dengan menargetkan fasilitas militer AS di beberapa negara Timur Tengah. Berdasarkan laporan Agence France-Presse (AFP), ledakan dilaporkan masih terjadi di sejumlah negara kawasan, termasuk Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ekonomi regional.

Sikap Resmi Pemerintah Iran

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengambil langkah militer untuk mempertahankan kedaulatan negara. Dalam pernyataan resmi, pemerintah Iran menyebut serangan yang terjadi sebagai bentuk agresi militer yang harus direspons secara tegas.

“Sekarang rakyat Iran bangga karena telah melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah perang. Sekarang saatnya untuk membela tanah air dan menghadapi agresi militer musuh,” demikian pernyataan resmi kementerian.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa meskipun Iran menyatakan kesiapan untuk bernegosiasi, negara itu dinilai lebih siap dari sebelumnya untuk membela diri. Angkatan bersenjata Iran disebut akan merespons para agresor dengan otoritas penuh.

Ketidakpastian dan Respons Internasional

Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa kedua belah pihak akan menghentikan operasi militer. Komunitas internasional terus menyerukan penahanan diri dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap keamanan global.

Situasi yang berkembang cepat di kawasan Timur Tengah menempatkan berbagai negara dalam status kewaspadaan tinggi, sementara pasar global turut merespons dengan volatilitas yang meningkat di sektor energi dan perdagangan internasional. (fntv)

Posting Komentar untuk "Menhan Iran Amir Hatami dan Komandan IRGC Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel-AS"