Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketua Parlemen Iran Bersumpah Balas Kematian 165 Anak di Minab, Duka dan Kemarahan Menggema

JAKARTA, Framing NewsTV – Ketua Parlemen Iran Mohammad-Baqer Ghalibaf bersumpah akan membalas kematian anak-anak yang tewas dalam serangan yang dituduhkan kepada Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan bahwa upaya pembalasan dan pencarian keadilan akan dilakukan hingga “napas terakhir”.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul serangan terhadap Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Provinsi Hormozgan, yang menurut otoritas Iran menewaskan 165 anak serta melukai hampir 100 orang lainnya. Tragedi ini menjadi salah satu insiden paling mematikan sejak eskalasi konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel.

Janji Pembalasan dari Pimpinan Parlemen

Dalam unggahan di media sosial X yang dikutip media Iran Press TV, Ghalibaf menyoroti kata-kata emosional seorang ibu korban. Ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan berhenti sampai darah anak-anak yang disebutnya sebagai korban tak bersalah mendapatkan keadilan.

“Kita adalah pembalas darah anak-anak Iran yang tidak bersalah dan tertindas hingga napas terakhir kita,” tulisnya, Rabu (4/3/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras parlemen Iran terhadap insiden di Minab, sekaligus memperlihatkan kemungkinan respons politik dan militer yang lebih tegas dalam waktu mendatang.

Duka Mendalam di Kota Minab

Sehari setelah tragedi, ribuan warga Minab turun ke jalan untuk mengikuti prosesi pemakaman massal. Para pelayat membawa peti mati kecil dan foto-foto korban, menciptakan suasana haru yang menyelimuti kota di selatan Iran tersebut.

Bangunan dua lantai yang menjadi sasaran serangan dilaporkan menampung sekolah putra dan putri. Ledakan menyebabkan kerusakan besar, meninggalkan puing-puing dan asap tebal yang terlihat dari kejauhan. Tim penyelamat bekerja selama berjam-jam untuk mencari korban selamat di bawah reruntuhan.

Serangan tersebut terjadi pada Sabtu, bertepatan dengan dimulainya operasi militer yang diumumkan Israel dan Amerika Serikat terhadap target di Iran. Pemerintah Teheran menyebut sekolah itu sebagai fasilitas sipil yang tidak memiliki kaitan dengan instalasi militer.

Kecaman Pejabat Iran

Berbagai pejabat tinggi Iran mengecam keras insiden tersebut. Jaksa Minab menyebut serangan itu sebagai tindakan “kriminal” dan “biadab”, menegaskan bahwa korban tidak hanya terdiri dari anak-anak, tetapi juga staf pendidikan dan orang tua yang berada di lokasi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh AS dan Israel bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Ia menyebut kematian para siswa sebagai bukti nyata dari dampak konflik yang meluas terhadap warga sipil.

Iran menilai serangan terhadap fasilitas pendidikan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, yang secara tegas melarang penargetan objek sipil seperti sekolah dan rumah sakit.

Eskalasi Konflik dan Risiko Regional

Insiden di Minab memperburuk ketegangan yang telah meningkat antara Iran dan koalisi AS-Israel. Sejumlah analis menilai retorika keras dari pejabat tinggi seperti Ghalibaf dapat menandai fase baru dalam konflik, terutama jika diikuti langkah militer balasan.

Di tengah duka nasional, pemerintah Iran menyerukan solidaritas internasional serta akuntabilitas atas serangan tersebut. Tekanan diplomatik diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, sementara situasi keamanan regional tetap berada dalam kondisi yang rapuh.

Dengan janji pembalasan yang disampaikan secara terbuka oleh pimpinan parlemen, konflik ini berpotensi memasuki tahap yang lebih intens dan berkepanjangan jika tidak ada upaya de-eskalasi dari semua pihak yang terlibat. (fntv)

Posting Komentar untuk "Ketua Parlemen Iran Bersumpah Balas Kematian 165 Anak di Minab, Duka dan Kemarahan Menggema"