IRGC Luncurkan Gelombang ke-31 Operasi Janji Sejati 4, Serangan Didedikasikan untuk Mojtaba Khamenei
JAKARTA, Framing NewsTV – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) meluncurkan gelombang ke-31 dari Operasi Janji Sejati 4 dengan menggunakan rudal berat yang menargetkan sejumlah titik strategis. Operasi militer tersebut secara khusus didedikasikan untuk Pemimpin Revolusi Islam Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, setelah ia resmi dipilih oleh Majelis Pakar sebagai pemimpin ketiga Republik Islam Iran.
Menurut pernyataan resmi IRGC, serangan tersebut merupakan respons terhadap agresi militer yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran serta pemboman terhadap kawasan sipil.
Target Serangan di Wilayah Israel dan Pangkalan AS
IRGC menyatakan bahwa gelombang serangan terbaru menargetkan sejumlah lokasi strategis yang berada jauh di dalam wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Setelah peluncuran rudal, sirene peringatan serangan udara dilaporkan berbunyi di sejumlah kota besar Israel. Beberapa wilayah yang terdampak termasuk Tel Aviv, Rishon LeZion, Petah Tikva, Holon, Ariel, serta kota Lod.
Pihak militer Iran menyebut operasi ini sebagai bagian dari strategi pertahanan terhadap serangan yang mereka klaim terus dilakukan terhadap wilayah Iran.
Disebut sebagai Serangan Terbesar Sejak Awal Konflik
Media Iran melaporkan bahwa gelombang serangan yang diluncurkan pada akhir pekan tersebut merupakan salah satu operasi militer terbesar sejak konflik dengan Israel dan Amerika Serikat meningkat.
Menurut laporan kantor berita Fars News Agency, operasi yang dilakukan pada hari Minggu dianggap sebagai serangan terbesar Iran terhadap target Amerika Serikat dan Israel sejak pecahnya perang.
Dalam Pernyataan Nomor 19 yang dirilis pada Senin, Angkatan Bersenjata Iran mengungkapkan bahwa operasi dilakukan secara terpadu oleh pasukan darat, laut, dan udara menggunakan drone satu arah.
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas militer dan titik logistik yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan Drone dan Rudal ke Pangkalan Militer
Dalam operasi tersebut, militer Iran menyebutkan bahwa beberapa target utama meliputi unit dukungan tempur Rehavam serta stasiun radar peringatan dini yang terhubung dengan Pangkalan AS 512.
Selain itu, sejumlah titik berkumpul pasukan dan depot peralatan militer juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Salah satu lokasi yang disebut dalam laporan tersebut adalah Kamp Al-Udairi di Kuwait yang dilaporkan digunakan sebagai lokasi penempatan peralatan militer.
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Iran mengumumkan serangan drone terhadap target di kota Haifa dan Tel Aviv, serta instalasi militer Amerika Serikat di Camp Arifjan di Kuwait.
Gelombang 29 dan 30 di Bawah Komando Baru
Sebelum gelombang ke-31 diluncurkan, IRGC juga melaksanakan gelombang ke-29 dan ke-30 dalam rangkaian Operasi Janji Sejati 4.
Pada gelombang ke-29, IRGC mengumumkan penggunaan rudal generasi baru yang dikerahkan oleh Angkatan Udara Garda Revolusi. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi di Tel Aviv, wilayah Gurun Naqab, serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Sementara itu, gelombang ke-30 diluncurkan pada malam ke-19 Ramadan dan disebut sebagai operasi pertama yang dilakukan di bawah komando Pemimpin Revolusi Islam yang baru.
Rudal-rudal yang diluncurkan dalam operasi tersebut diarahkan ke beberapa pangkalan militer Amerika Serikat serta wilayah di bagian utara Israel.
Gelombang 28 Gunakan Rudal Kheibar dan Rudal Kluster
Sebelumnya, dalam gelombang ke-28 operasi tersebut, Iran juga meluncurkan serangan intensif menggunakan berbagai jenis rudal.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, rentetan pertama serangan menggunakan rudal Kheibar generasi terbaru yang dilengkapi dengan hulu ledak berat.
Target serangan meliputi wilayah Bir al-Sabe', Tel Aviv, serta infrastruktur militer yang terkait dengan Pangkalan Udara Al-Azraq yang disebut sebagai pusat operasi pesawat militer Amerika Serikat.
Rentetan serangan kedua kemudian dilaporkan menggunakan rudal kluster yang meledak di udara di atas Tel Aviv dan menyebarkan lebih dari 16 submunisi ke berbagai titik di kota tersebut.
Media Israel melaporkan bahwa sejumlah lokasi di wilayah pusat terkena dampak ledakan, termasuk wilayah Bat Yam yang memicu pengerahan tim tanggap darurat.
Dampak Serangan dan Respons Israel
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel melaporkan bahwa sistem peringatan udara diaktifkan di berbagai wilayah setelah peluncuran rudal Iran.
Sirene dilaporkan berbunyi di sejumlah wilayah seperti Haifa, wilayah sekitar Gaza, serta kawasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Beberapa media Israel juga melaporkan adanya korban jiwa setelah serangan tersebut, meskipun informasi mengenai jumlah korban masih terus diperbarui.
Iran Tegaskan Target Hanya Fasilitas Militer
Pemerintah Iran menegaskan bahwa operasi militer yang mereka lakukan tidak ditujukan kepada negara-negara tetangga.
Teheran menyatakan bahwa target utama dari operasi tersebut adalah pangkalan militer dan instalasi yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Menurut pernyataan resmi pemerintah Iran, platform militer asing yang beroperasi dari fasilitas tersebut merupakan satu-satunya target dalam operasi militer yang sedang berlangsung.
Operasi Janji Sejati 4 sendiri disebut sebagai bagian dari strategi militer Iran untuk mempertahankan kedaulatan negara dan merespons tekanan militer yang meningkat di kawasan Timur Tengah. (fntv)
Sumber: Kantor Berita Al Mayadeen

Posting Komentar untuk "IRGC Luncurkan Gelombang ke-31 Operasi Janji Sejati 4, Serangan Didedikasikan untuk Mojtaba Khamenei"