Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IRGC Umumkan Keberhasilan Gelombang Rudal ke-22 Operasi True Promise 4, Targetkan Pangkalan AS hingga Tel Aviv

JAKARTA, Framing NewsTV – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan keberhasilan peluncuran gelombang ke-22 dalam rangkaian operasi militer yang disebut Operasi True Promise 4 pada Jumat pagi. Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya ketegangan konflik regional.

Departemen hubungan masyarakat IRGC menyatakan bahwa gelombang terbaru operasi tersebut diluncurkan dengan menggunakan sejumlah rudal balistik canggih milik Iran. Peluncuran itu dilakukan dengan kode frasa religius “Ya Hussein bin Ali, semoga kedamaian menyertainya,” yang sering digunakan dalam konteks simbolik perjuangan dan perlawanan dalam tradisi Iran.

Menurut IRGC, serangan ini merupakan respons atas insiden yang mereka sebut sebagai pembunuhan anak-anak Iran yang tidak bersalah di sebuah sekolah di wilayah Minab. Iran menyebut peristiwa tersebut sebagai pemicu utama dilakukannya eskalasi operasi militer dalam beberapa hari terakhir.

Gelombang Rudal ke-22 Diluncurkan dari Jaringan Pangkalan Strategis

IRGC menjelaskan bahwa gelombang ke-22 dalam Operasi True Promise 4 melibatkan peluncuran beberapa jenis rudal balistik utama Iran, termasuk rudal Kheibar, Khorramshahr-4, dan Fattah.

Menurut pernyataan resmi tersebut, peluncuran dilakukan dari jaringan pangkalan rudal yang disebut stabil dan tersebar di berbagai wilayah strategis Iran. Sistem pangkalan tersebut disebut memungkinkan Iran meluncurkan serangan secara simultan dengan tingkat koordinasi yang tinggi.

Dalam operasi tersebut, IRGC mengklaim bahwa rudal-rudal yang diluncurkan menargetkan berbagai titik yang berkaitan dengan kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel. Target yang disebutkan mencakup wilayah dari kawasan Teluk Persia hingga wilayah Tel Aviv.

Serangan tersebut diklaim sebagai bagian dari eskalasi militer yang dirancang untuk menekan kekuatan lawan dalam konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Rudal Super Berat Khorramshahr-4 Ikut Dikerahkan

Salah satu senjata yang disorot dalam gelombang serangan ini adalah rudal balistik super berat Khorramshahr-4. IRGC menyebut rudal ini memiliki kemampuan hulu ledak dengan berat mencapai sekitar 2 ton.

Selain itu, rudal tersebut disebut mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 14 Mach, menjadikannya salah satu sistem persenjataan strategis dengan daya hancur tinggi yang dimiliki Iran.

IRGC menyatakan bahwa pengerahan rudal tersebut merupakan bagian dari strategi militer untuk meningkatkan daya tekan terhadap target-target strategis lawan.

Dalam pernyataannya, IRGC menggambarkan penggunaan rudal tersebut sebagai serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “musuh jahat” bangsa Iran.

Target Serangan: Pangkalan Militer hingga Bandara Strategis

Dalam keterangan resminya, IRGC mengklaim bahwa sejumlah lokasi strategis menjadi sasaran gelombang serangan rudal tersebut.

Beberapa target yang disebutkan meliputi pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel yang berada di negara-negara Teluk Persia. Selain itu, wilayah Tel Aviv juga disebut menjadi salah satu target dalam operasi tersebut.

IRGC juga menyebut bahwa Bandara Ben Gurion, yang merupakan bandara internasional utama di Israel, termasuk dalam daftar target serangan. Selain itu, sejumlah pusat militer yang berada di kota Haifa juga dilaporkan menjadi sasaran rudal generasi baru Iran.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi independen dari pihak lain terkait tingkat kerusakan maupun dampak dari serangan yang diklaim oleh Iran tersebut.

IRGC Bantah Klaim Melemahnya Kemampuan Militer Iran

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menegaskan bahwa keberhasilan gelombang peluncuran rudal tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan militer Iran masih berada dalam kondisi kuat.

Menurut IRGC, keberhasilan operasi pada hari ketujuh konflik tersebut sekaligus membantah klaim dari pihak yang mereka sebut sebagai “aparatus propaganda kekuatan arogan”.

Istilah tersebut merujuk pada tudingan bahwa kemampuan pertahanan Iran disebut telah melemah dan bahwa tingkat peluncuran rudal maupun drone Iran mengalami penurunan.

IRGC menegaskan bahwa kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya, dengan jaringan pangkalan rudal yang disebut tetap berfungsi stabil dan mampu meluncurkan serangan secara berkelanjutan.

Iran Klaim Memegang Inisiatif di Medan Perang

Lebih jauh, IRGC menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran saat ini berada dalam posisi ofensif dalam konflik yang sedang berlangsung.

Mereka menyebut bahwa “putra-putra pemberani angkatan bersenjata Iran” sedang bergerak menuju perang regional berskala penuh melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam narasi yang disampaikan oleh IRGC, Republik Islam Iran disebut masih memegang inisiatif strategis di medan pertempuran.

Pernyataan tersebut menandai sikap Iran yang menunjukkan kesiapan menghadapi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

IRGC Siap Hadapi Perang Panjang

Pada Jumat siang, departemen hubungan masyarakat IRGC kembali menyampaikan pembaruan mengenai perkembangan operasi militer tersebut.

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Naeini, menegaskan bahwa Iran siap menghadapi konflik dalam jangka waktu panjang jika diperlukan.

“Kami siap untuk perang panjang sampai agresor dihukum,” ujar Naeini dalam pernyataannya.

Ia juga memperingatkan bahwa setiap gelombang operasi berikutnya berpotensi memberikan dampak yang lebih besar terhadap pihak lawan.

Menurutnya, musuh Iran harus bersiap menghadapi serangan yang lebih menyakitkan dalam setiap fase operasi militer selanjutnya.

Iran Siapkan Persenjataan Baru

Dalam pernyataan lanjutan, juru bicara IRGC juga menyampaikan bahwa Iran masih memiliki sejumlah sistem persenjataan baru yang belum dikerahkan secara luas.

Ia menegaskan bahwa inovasi militer dan teknologi persenjataan terbaru Iran masih berada dalam tahap persiapan untuk digunakan dalam operasi selanjutnya.

“Inisiatif dan persenjataan baru Iran sedang dalam perjalanan dan belum dikerahkan dalam skala besar,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan berbagai kemampuan militer strategis yang berpotensi digunakan jika konflik terus meningkat.

Situasi ini menandakan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berpotensi berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas, terutama jika eskalasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus berlanjut. (fntv)

Posting Komentar untuk "IRGC Umumkan Keberhasilan Gelombang Rudal ke-22 Operasi True Promise 4, Targetkan Pangkalan AS hingga Tel Aviv"