Hizbullah Bentrok dengan Pasukan Israel di Nabi Sheet Lebanon, Ketegangan di Perbatasan Kian Memanas
JAKARTA, Framing NewsTV — Ketegangan militer di kawasan perbatasan Lebanon dan Israel kembali meningkat setelah para pejuang Hizbullah dilaporkan terlibat bentrokan dengan pasukan Israel di kota Nabi Sheet, wilayah Bekaa timur Lebanon, pada Jumat malam, 6 Maret.
Media militer Hizbullah menyatakan bahwa konfrontasi tersebut terjadi setelah pasukan Israel melakukan operasi militer di wilayah sekitar perbatasan. Bentrokan berlangsung selama beberapa waktu dan melibatkan penggunaan berbagai jenis senjata ringan hingga serangan udara intensif.
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden militer yang terjadi di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel dalam beberapa waktu terakhir, yang terus meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Deteksi Helikopter Militer Israel
Menurut pernyataan Hizbullah, para pejuang Perlawanan Islam pertama kali mendeteksi pergerakan empat helikopter militer Israel yang memasuki wilayah Suriah dari arah barat sekitar pukul 22.30 waktu setempat pada Jumat malam.
Helikopter tersebut dilaporkan membawa pasukan infanteri yang kemudian diturunkan di wilayah segitiga Juroud. Area tersebut berada di sekitar desa Yahfoufa, al-Khraybeh, dan Maeraboun yang terletak di kawasan perbatasan antara Lebanon dan Suriah.
Setelah pasukan diturunkan, unit militer Israel dilaporkan bergerak menuju kawasan timur desa Nabi Sheet yang dikenal dengan nama distrik Al-Shakr.
Pergerakan ini kemudian memicu respons dari pasukan Hizbullah yang berada di wilayah tersebut.
Bentrokan Dimulai di Area Pemakaman Desa
Hizbullah menyatakan bahwa para pejuangnya tiba di area pemakaman desa Nabi Sheet sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Di lokasi tersebut, mereka kemudian terlibat konfrontasi langsung dengan pasukan Israel.
Bentrokan awal dimulai dengan penggunaan senjata ringan dan senjata menengah. Situasi kemudian semakin intens ketika posisi pasukan Israel berhasil teridentifikasi oleh para pejuang Hizbullah.
Pertempuran yang terjadi dilaporkan berlangsung sengit dengan kedua pihak saling melancarkan tembakan. Ketegangan meningkat seiring dengan meluasnya area pertempuran di sekitar wilayah desa tersebut.
Israel Luncurkan Puluhan Serangan Udara
Dalam upaya melindungi pasukan daratnya, militer Israel dilaporkan melakukan tembakan intensif serta melancarkan serangkaian serangan udara selama proses penarikan pasukan.
Hizbullah menyebutkan bahwa sekitar 40 serangan udara diluncurkan oleh Israel menggunakan pesawat tempur dan helikopter militer. Serangan tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan udara bagi pasukan yang mundur dari area bentrokan.
Operasi udara tersebut juga menunjukkan skala respons militer yang cukup besar dari pihak Israel dalam menghadapi perlawanan di lapangan.
Selain pasukan Hizbullah, sejumlah warga dari desa-desa di sekitar lokasi bentrokan dilaporkan turut memberikan tembakan dukungan selama konfrontasi berlangsung.
Hizbullah Luncurkan Serangan Rudal Balasan
Sementara itu, pada Sabtu pagi Hizbullah menyatakan telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan sejumlah posisi militer Israel.
Serangan tersebut diarahkan ke area perkumpulan pasukan Israel di Tal al-Hammams serta di wilayah Khallet al-Asafir yang terletak di pinggiran selatan kota Khiam.
Serangan rudal ini disebut sebagai bagian dari respons terhadap operasi militer Israel di wilayah Lebanon serta sebagai upaya mempertahankan posisi mereka di kawasan perbatasan.
Israel Akui Kapabilitas Militer Hizbullah
Di tengah meningkatnya tekanan militer, media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Hizbullah masih mempertahankan kemampuan militernya di sepanjang perbatasan.
Surat kabar tersebut mengakui bahwa kelompok tersebut berhasil mempertahankan setidaknya sebagian dari pasukan elit Radwan mereka yang ditempatkan di wilayah perbatasan Lebanon–Israel.
Pasukan Radwan dikenal sebagai unit tempur khusus Hizbullah yang memiliki kemampuan operasi militer tingkat tinggi dan sering ditempatkan di garis depan dalam konflik dengan Israel.
Keberadaan pasukan ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tekanan militer yang signifikan, Hizbullah masih memiliki struktur pertahanan yang aktif di kawasan perbatasan.
Situasi keamanan di wilayah Lebanon selatan dan perbatasan Israel hingga kini masih terus dipantau secara ketat oleh berbagai pihak, mengingat potensi eskalasi konflik yang dapat meluas dan berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. (fntv)
Sumber: Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "Hizbullah Bentrok dengan Pasukan Israel di Nabi Sheet Lebanon, Ketegangan di Perbatasan Kian Memanas"