Jurnalis India Mengungkap Bunker Israel Gagal Melindungi Warga saat Serangan Rudal Iran dan Menyoroti Sensor Ketat terhadap Informasi Korban
JAKARTA, Framing NewsTV — Seorang jurnalis asal India yang berada di wilayah pendudukan Israel memberikan kesaksian langsung mengenai situasi mencekam yang terjadi saat serangan rudal Iran menghantam berbagai wilayah. Ia menyebut bahwa bahkan bunker bawah tanah yang dibangun hingga kedalaman sekitar 100 kaki tidak mampu sepenuhnya melindungi warga dari dampak serangan tersebut.
Reporter bernama Bridge Mohan menggambarkan kondisi yang menakutkan bagi para pemukim yang tinggal di wilayah tersebut. Menurutnya, serangan rudal yang intens menyebabkan kerusakan besar serta memicu ketakutan luas di tengah masyarakat.
Ia juga menyatakan bahwa sejumlah korban dilaporkan meninggal bahkan ketika berada di dalam bunker perlindungan yang selama ini dianggap sebagai tempat aman saat serangan udara.
“Bahkan beberapa tempat perlindungan yang konon dibangun hingga kedalaman sekitar 100 kaki pun tidak dapat sepenuhnya mencegah korban jiwa, dan ada laporan tentang orang-orang yang tewas di dalam tempat perlindungan tersebut,” ujarnya.
Sensor Ketat terhadap Informasi dan Akses Media
Dalam laporannya, Mohan juga menyoroti pembatasan ketat yang diberlakukan oleh otoritas Israel terhadap jurnalis dan media yang meliput situasi perang.
Ia mengatakan bahwa para pejabat Israel membatasi akses ke sejumlah lokasi penting, termasuk rumah sakit yang merawat korban serangan. Selain itu, pengambilan gambar jenazah atau dokumentasi korban juga dilarang secara ketat.
Menurutnya, pembatasan tersebut membuat para jurnalis kesulitan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai dampak sebenarnya dari serangan rudal yang terjadi.
Mohan bahkan menyatakan bahwa angka korban jiwa yang diumumkan kepada publik kemungkinan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
“Statistik sebenarnya mengenai korban jiwa tidak diumumkan secara lengkap,” kata dia.
Warga Mengaku Banyak Korban Tidak Dilaporkan
Jurnalis tersebut juga menyampaikan kesaksian dari sejumlah warga negara India yang tinggal di wilayah pendudukan Israel. Mereka menggambarkan kerusakan parah yang terjadi di beberapa kawasan permukiman akibat serangan rudal.
Menurut kesaksian tersebut, terdapat insiden di mana beberapa rumah hancur total dan tidak ada penghuni yang selamat. Namun laporan resmi yang disampaikan kepada publik disebut jauh lebih kecil dibandingkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dalam satu kasus, Mohan menyebut bahwa laporan resmi hanya menyebutkan satu korban meninggal. Namun warga setempat mengatakan bahwa empat rumah hancur dan seluruh penghuninya tewas.
Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa sejumlah insiden besar mungkin tidak dilaporkan secara terbuka kepada publik.
“Dari sini menjadi jelas bahwa sebuah insiden besar telah terjadi di sana,” kata Mohan.
Kegagalan Sistem Peringatan Dini
Selain masalah sensor informasi, Mohan juga menyoroti potensi kegagalan pada sistem peringatan dini yang selama ini menjadi bagian penting dari pertahanan sipil Israel.
Menurutnya, dalam beberapa situasi sirene peringatan tidak berbunyi sebelum ledakan terjadi. Hal ini membuat warga tidak memiliki waktu yang cukup untuk berlindung.
Ia menceritakan satu kejadian pada dini hari sekitar pukul 05.00 ketika tidak ada alarm peringatan sama sekali, meskipun rudal menghantam wilayah tersebut.
“Saya akan mengatakan yang sebenarnya. Teknologi yang mereka banggakan itu seharusnya membuat alarm berbunyi. Tetapi suatu pagi sekitar pukul lima, alarmnya bahkan tidak berbunyi. Kami hanya mendengar suara ledakan,” ujarnya.
Peristiwa tersebut menurutnya menunjukkan bahwa sistem pertahanan teknologi yang selama ini dianggap sangat canggih ternyata tidak selalu mampu memberikan perlindungan yang efektif.
Kerentanan Infrastruktur di Tengah Konflik
Kesaksian jurnalis tersebut menggambarkan kerentanan yang masih dihadapi masyarakat sipil di tengah konflik militer yang semakin intens.
Meskipun Israel dikenal memiliki sistem pertahanan udara dan teknologi keamanan yang maju, serangan rudal berskala besar tetap dapat menimbulkan dampak serius terhadap infrastruktur dan kehidupan warga.
Bunker perlindungan, sistem peringatan dini, serta teknologi pertahanan lainnya disebut belum mampu sepenuhnya menghilangkan risiko korban jiwa ketika serangan terjadi secara mendadak dan dalam jumlah besar.
Situasi ini menambah kekhawatiran mengenai dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah, terutama jika eskalasi militer terus meningkat dalam waktu dekat. (fntv)
Sumber: Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "Jurnalis India Mengungkap Bunker Israel Gagal Melindungi Warga saat Serangan Rudal Iran dan Menyoroti Sensor Ketat terhadap Informasi Korban"