Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iran Hancurkan Sistem Radar Pencegat Rudal AS Senilai 300 Juta Dolar di Timur Tengah

JAKARTA, Framing NewsTV — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilaporkan berhasil menghancurkan sebuah sistem radar penting milik Amerika Serikat yang digunakan untuk mendukung sistem pertahanan rudal di kawasan Teluk Persia. Sistem radar tersebut memiliki nilai sekitar 300 juta dolar AS dan berfungsi sebagai komponen utama dalam memandu unit pertahanan rudal Amerika Serikat terhadap potensi serangan balistik.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengakui bahwa radar tersebut mengalami kerusakan parah setelah serangan yang dilakukan oleh Iran pada fase awal konflik. Kerusakan tersebut dinilai dapat melemahkan kemampuan pertahanan udara Amerika Serikat di wilayah tersebut, meskipun militer AS disebut masih memiliki sistem cadangan untuk mempertahankan perlindungan udara.

Citra Satelit Ungkap Kerusakan Radar AN/TPY-2

Laporan mengenai kerusakan radar ini diperkuat oleh citra satelit komersial yang dianalisis oleh media internasional. Citra tersebut menunjukkan bahwa radar AN/TPY-2 yang diproduksi oleh perusahaan teknologi pertahanan RTX Corp. bersama dengan peralatan pendukung lainnya hancur di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti yang berada di wilayah Yordania.

Radar tersebut merupakan bagian penting dari sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan melacak rudal balistik jarak jauh sebelum kemudian menghancurkannya pada fase terminal penerbangan.

Kerusakan radar ini kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan identitasnya. Kehilangan perangkat radar tersebut dinilai sebagai pukulan signifikan terhadap jaringan pertahanan udara regional yang bergantung pada sistem deteksi dini.

Serangan Iran Terdokumentasi dalam Dua Insiden

Informasi tambahan mengenai serangan tersebut juga diperoleh dari lembaga think tank Foundation for Defense of Democracies. Berdasarkan analisis lembaga tersebut, Iran diduga melakukan dua serangan yang tercatat di wilayah Yordania, masing-masing pada tanggal 28 Februari dan 3 Maret.

Meski kedua serangan tersebut sebelumnya diklaim berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara, bukti kerusakan pada radar menunjukkan bahwa sebagian dampak serangan tetap terjadi.

Ryan Brobst, Wakil Direktur Pusat Kekuatan Militer dan Politik di lembaga tersebut, menyatakan bahwa jika serangan Iran benar-benar berhasil menonaktifkan radar THAAD, maka hal itu dapat dianggap sebagai salah satu operasi militer Iran yang paling berhasil terhadap infrastruktur pertahanan Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.

Peran Vital Sistem THAAD dalam Pertahanan Udara

Sistem THAAD merupakan salah satu teknologi pertahanan udara paling canggih yang dimiliki Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik pada ketinggian tinggi, tepat di dekat batas atmosfer bumi.

Kemampuan ini memungkinkan THAAD untuk menghadapi ancaman rudal yang lebih kompleks dibandingkan dengan sistem pertahanan rudal jarak menengah seperti Patriot. Dengan teknologi radar AN/TPY-2, sistem ini mampu mendeteksi peluncuran rudal dari jarak sangat jauh dan memberikan waktu respons yang lebih panjang bagi sistem pencegat.

Namun, dengan rusaknya radar tersebut, sebagian tanggung jawab pencegatan rudal kemungkinan akan dialihkan kepada sistem Patriot yang memiliki jangkauan lebih pendek. Tantangan lain muncul karena persediaan rudal pencegat PAC-3 yang digunakan sistem Patriot dilaporkan terbatas.

Infrastruktur dan Biaya Besar Sistem Pertahanan Rudal

Amerika Serikat diketahui memiliki delapan sistem THAAD yang ditempatkan di berbagai wilayah strategis di dunia, termasuk di Korea Selatan dan Guam. Setiap baterai THAAD memiliki nilai sekitar satu miliar dolar AS.

Dalam satu baterai THAAD terdapat sekitar 90 personel militer yang mengoperasikan berbagai komponen sistem, termasuk enam peluncur yang dipasang pada kendaraan truk. Setiap peluncur membawa delapan rudal pencegat sehingga total terdapat 48 rudal pencegat dalam satu unit baterai.

Selain radar AN/TPY-2, baterai tersebut juga dilengkapi dengan sistem pengendalian tembakan serta jaringan komunikasi taktis yang memungkinkan koordinasi dengan sistem pertahanan lainnya.

Setiap rudal pencegat THAAD sendiri diproduksi oleh perusahaan pertahanan Lockheed Martin dan memiliki harga sekitar 13 juta dolar AS per unit. Biaya tinggi tersebut mencerminkan kompleksitas teknologi yang digunakan dalam sistem pertahanan balistik modern.

Dampak Strategis terhadap Keseimbangan Militer Regional

Penghancuran radar ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi perubahan keseimbangan militer di kawasan Timur Tengah. Sistem radar memainkan peran penting dalam memberikan peringatan dini terhadap serangan rudal dan mengoordinasikan respons pertahanan udara.

Meski demikian, analis militer menilai bahwa Amerika Serikat masih memiliki jaringan radar dan sistem pertahanan udara lainnya yang dapat menutup sebagian celah yang ditinggalkan oleh radar yang rusak tersebut.

Namun, insiden ini tetap menjadi pengingat bahwa infrastruktur militer bernilai tinggi dapat menjadi target strategis dalam konflik modern, terutama dalam perang yang semakin bergantung pada teknologi deteksi dan pertahanan udara.

Ketegangan yang meningkat di kawasan ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih luas, terutama jika serangan terhadap infrastruktur militer strategis terus berlanjut di masa mendatang. (fntv)

Sumber: Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "Iran Hancurkan Sistem Radar Pencegat Rudal AS Senilai 300 Juta Dolar di Timur Tengah"