Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ali Larijani: AS dan Sekutunya Gagal Menghancurkan Iran, Persatuan Rakyat Jadi Kunci

JAKARTA, Framing NewsTV — Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Amerika Serikat bersama sekutu-sekutunya gagal mewujudkan rencana untuk menghancurkan Republik Islam Iran. Pernyataan ini disampaikan Larijani dalam sebuah wawancara pada Sabtu yang menyoroti dinamika konflik geopolitik serta tekanan internasional terhadap Teheran.

Menurut Larijani, sejak awal konflik dan ketegangan yang meningkat di kawasan Asia Barat, tujuan utama Amerika Serikat dan sekutunya bukan sekadar menekan Iran secara politik atau militer, tetapi lebih jauh lagi ingin melemahkan bahkan menghancurkan negara tersebut. Namun, upaya itu tidak berhasil karena kuatnya solidaritas nasional serta pengelolaan negara yang dinilai mampu menghadapi situasi krisis.

Ia menilai bahwa persatuan masyarakat Iran dan pengalaman historis bangsa tersebut menjadi faktor utama yang menggagalkan berbagai rencana tekanan dari pihak luar.

Tujuan Utama AS Dinilai Ingin Memecah Iran

Larijani menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pejabat Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump, bersama sekutunya serta Israel, secara terbuka mengungkapkan pandangan mereka tentang Iran melalui berbagai pidato dan pernyataan publik.

Menurutnya, dari pernyataan-pernyataan tersebut terlihat jelas bahwa tujuan mereka bukan sekadar melakukan perubahan terbatas di Iran.

“Dalam beberapa hari terakhir, Donald Trump dan para sekutunya, serta kaum Zionis dan beberapa aktor regional, secara eksplisit menyatakan tujuan utama mereka dalam pidato-pidato mereka. Tujuan utama mereka sebenarnya adalah untuk menghancurkan Iran,” ujar Larijani.

Ia menambahkan bahwa dari sudut pandang Israel, perubahan kecil dalam sistem politik atau kebijakan Iran tidak akan berarti banyak bagi negara sebesar Iran. Oleh karena itu, strategi yang dianggap lebih efektif oleh pihak-pihak tersebut adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya disintegrasi negara.

Menurut Larijani, kekhawatiran utama mereka bukan sekadar kebijakan tertentu dari Iran, tetapi eksistensi Iran sebagai negara kuat di kawasan.

Pernyataan Trump Dinilai Menguatkan Analisis Iran

Larijani juga menyinggung sejumlah pernyataan Presiden Amerika Serikat yang disampaikan melalui media sosial, termasuk unggahan yang menyebut Iran sedang menuju disintegrasi.

Ia menilai pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sejak awal konflik, tujuan yang diinginkan Washington adalah menciptakan situasi internal yang dapat memicu perpecahan di dalam Iran.

“Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa sejak awal mereka ingin menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya disintegrasi Iran,” kata Larijani.

Bagi Teheran, narasi seperti itu dianggap sebagai bagian dari strategi tekanan psikologis dan politik yang bertujuan melemahkan stabilitas domestik Iran.

AS Dinilai Salah Memahami Kawasan Asia Barat

Dalam wawancara tersebut, Larijani juga menyoroti apa yang ia sebut sebagai kesalahan perhitungan Amerika Serikat dalam memahami kondisi politik dan sosial di kawasan Asia Barat.

Menurutnya, Washington seringkali menggunakan pendekatan yang sama terhadap berbagai negara tanpa mempertimbangkan perbedaan sejarah, budaya, serta struktur sosial masyarakat.

“Masalah terpenting bagi Amerika adalah mereka tidak memahami kawasan Asia Barat, khususnya Iran,” ujar Larijani.

Ia menilai bahwa Amerika Serikat beranggapan pola yang mereka alami di beberapa negara lain dapat diterapkan pula di Iran.

Larijani mencontohkan bahwa Amerika mungkin berpikir pengalaman di negara seperti Venezuela dapat terulang di Iran. Namun, menurutnya, situasi politik dan sosial di Iran sangat berbeda.

Pengalaman Sejarah Membentuk Ketahanan Iran

Larijani menegaskan bahwa bangsa Iran memiliki pengalaman sejarah panjang dalam menghadapi tekanan dan intervensi asing. Hal ini membuat masyarakat Iran memiliki ketahanan nasional yang kuat ketika menghadapi krisis.

Menurutnya, upaya menciptakan guncangan besar untuk melemahkan semangat rakyat Iran tidak berhasil karena masyarakat memiliki kesadaran sejarah serta identitas budaya yang kuat.

“Mereka ingin menghancurkan semangat bangsa Iran dengan menciptakan guncangan hebat, tetapi hal ini tidak terjadi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman historis bangsa Iran telah membentuk karakter masyarakat yang tidak mudah terpecah oleh tekanan eksternal.

Perbedaan Pendapat Tidak Menghapus Persatuan Nasional

Larijani juga mengakui bahwa dalam kehidupan politik domestik Iran terdapat berbagai perbedaan pandangan. Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak akan berkembang menjadi perpecahan yang mengancam integritas negara.

Menurutnya, pada akhirnya rakyat Iran tetap bersatu ketika menghadapi ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara.

“Rakyat Iran mungkin memiliki pandangan yang berbeda, tetapi mereka tetap bersatu dalam isu Iran dan integritas wilayah negara tersebut,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tidak ada kelompok di Iran yang bersedia bekerja sama dengan kekuatan asing untuk memecah belah negara mereka.

Pengalaman Intervensi AS di Kawasan Jadi Pelajaran

Larijani juga menyinggung sejarah intervensi Amerika Serikat di berbagai negara di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat. Ia mengatakan masyarakat Iran dan negara-negara kawasan telah menyaksikan langsung dampak dari kebijakan tersebut.

Menurutnya, intervensi di negara seperti Irak dan Afghanistan menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan Amerika Serikat seringkali tidak membawa stabilitas bagi kawasan.

Ia menilai banyak masyarakat di kawasan memahami bahwa tindakan tersebut lebih didorong oleh kepentingan geopolitik daripada kepedulian terhadap rakyat negara yang bersangkutan.

“Bangsa-bangsa di kawasan ini mengetahui bahwa tindakan-tindakan tersebut dilakukan bukan karena belas kasihan kepada rakyat, tetapi demi kepentingan mereka sendiri,” kata Larijani.

Upaya Menciptakan Perpecahan Internal

Selain tekanan eksternal, Larijani menilai Amerika Serikat juga berupaya memanfaatkan perbedaan sosial dan politik di dalam Iran sebagai strategi untuk melemahkan negara tersebut.

Ia mengatakan Washington berinvestasi besar dalam upaya menciptakan perpecahan di dalam masyarakat Iran.

Menurutnya, strategi tersebut bertujuan mengubah perbedaan alami dalam masyarakat menjadi konflik politik dan sosial yang lebih luas.

Namun Larijani menilai strategi tersebut tidak berhasil karena masyarakat Iran tetap memprioritaskan kepentingan nasional di atas perbedaan politik.

Iran Peringatkan Negara Kawasan Soal Pangkalan Militer

Dalam bagian lain wawancara tersebut, Larijani juga menyoroti hubungan Iran dengan negara-negara tetangga di kawasan.

Ia menegaskan bahwa Iran mengedepankan hubungan persahabatan dengan negara-negara sekitar. Namun, ia juga memberikan peringatan tegas terkait penggunaan pangkalan militer di kawasan oleh Amerika Serikat.

Menurutnya, jika ada negara yang mengizinkan pangkalan militernya digunakan oleh Amerika Serikat untuk melakukan operasi terhadap Iran, maka Teheran memiliki hak untuk melakukan balasan.

Larijani menyebut tindakan tersebut sebagai hak sah yang tidak dapat dinegosiasikan.

Iran Tegaskan Hak Membalas Serangan

Larijani menegaskan bahwa kebijakan Iran dalam hal pertahanan sudah sangat jelas. Jika pangkalan militer di kawasan digunakan untuk menyerang Iran, maka negara tersebut akan merespons secara langsung.

Ia juga mengingatkan negara-negara di kawasan agar tidak mengambil sikap ganda.

Menurutnya, tidak mungkin sebuah negara menyatakan bersahabat dengan Iran tetapi pada saat yang sama mengizinkan wilayahnya digunakan untuk operasi militer melawan Iran.

“Iran telah menyatakan dengan jelas bahwa jika pangkalan regional digunakan untuk melawan Iran, tanggapan yang diperlukan akan diberikan, dan kebijakan ini akan terus berlanjut,” tegasnya.

Pernyataan Larijani ini menegaskan posisi Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, sekaligus memperlihatkan bahwa Teheran menilai persatuan nasional sebagai faktor utama yang membuat berbagai tekanan eksternal gagal melemahkan negara tersebut. (fntv)

Sumber: Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "Ali Larijani: AS dan Sekutunya Gagal Menghancurkan Iran, Persatuan Rakyat Jadi Kunci"