Putra Presiden Venezuela Ajak Rakyat Turun ke Jalan Usai Penangkapan Maduro: “Sejarah Akan Membuktikan Siapa Pengkhianat”
JAKARTA, Framing NewsTV - Putra Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Nicolás Maduro Guerra, menyerukan warga negaranya untuk turun ke jalan menyusul penangkapan ayahnya oleh pasukan Amerika Serikat (AS). Seruan tersebut disampaikan melalui pesan audio yang beredar luas di media sosial dan dikutip oleh BBC pada Senin, 5 Januari 2026.
Dalam pesan tersebut, Maduro Guerra menegaskan bahwa dirinya dan para pendukung gerakan chavismo akan berada di garis depan bersama rakyat Venezuela.
“Kalian akan melihat kami di jalanan, kalian akan melihat kami di sisi masyarakat, kalian akan mengibarkan bendera martabat,” ujar Maduro Guerra, sebagaimana dikutip BBC.
Maduro Guerra juga menyinggung adanya dugaan pengkhianatan dari lingkaran dalam kekuasaan yang menurutnya berperan dalam tertangkapnya Presiden Maduro.
“Sejarah akan membuktikan siapa pengkhianatnya,” tegasnya dalam pesan audio tersebut.
Ia menambahkan bahwa gerakan chavismo—ideologi politik yang diwariskan oleh mendiang Presiden Hugo Chávez—tidak akan runtuh meskipun kepemimpinan negaranya tengah diguncang.
“Mereka ingin kita terlihat lemah, tetapi kita tidak akan menunjukkan kelemahan,” lanjutnya.
Keaslian rekaman audio tersebut telah dikonfirmasi oleh para ajudan Maduro Guerra kepada kantor berita AFP, memastikan bahwa pesan tersebut benar berasal dari putra Presiden Venezuela.
Sebagaimana dilaporkan CBS News, Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam operasi militer berskala besar oleh pasukan AS pada Sabtu, 3 Januari 2026. Keduanya kemudian diterbangkan ke penjara federal di New York untuk menghadapi proses hukum di Amerika Serikat.
Menurut laporan Yahoo News, sehari setelah penangkapan tersebut, sejumlah pendukung Maduro mulai turun ke jalan-jalan Caracas pada Minggu, 4 Januari 2026. Para demonstran terlihat mengibarkan bendera Venezuela dan membawa poster bergambar Nicolás Maduro sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan terhadap intervensi asing.
Di tengah situasi krisis tersebut, Mahkamah Agung Venezuela melalui Kamar Konstitusi mengeluarkan putusan darurat dengan menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk mengambil alih tugas kepresidenan sementara. Keputusan itu diumumkan pada Sabtu, 3 Januari 2026, beberapa jam setelah penangkapan Maduro.
Ketua Kamar Konstitusi Mahkamah Agung Venezuela, Tania D’Amelio Cardiet, menyebut operasi militer AS sebagai “penculikan terhadap presiden konstitusional Venezuela”. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dilaporkan oleh media Timur Tengah Al Mayadeen.
Ia menegaskan bahwa penunjukan presiden sementara dilakukan demi menjaga stabilitas pemerintahan, keamanan nasional, serta keberlangsungan negara di tengah situasi darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara itu, menurut laporan media internasional, Nicolás Maduro dijadwalkan hadir di hadapan hakim federal di New York pada Senin, 5 Januari 2026 waktu setempat. Dalam sidang awal tersebut, ia akan menerima pemberitahuan resmi terkait dakwaan yang menargetkan dirinya dan Cilia Flores, termasuk tuduhan narkoterorisme yang telah lama dibantah oleh pemerintah Venezuela. (fntv)

Posting Komentar untuk "Putra Presiden Venezuela Ajak Rakyat Turun ke Jalan Usai Penangkapan Maduro: “Sejarah Akan Membuktikan Siapa Pengkhianat”"