Putin Hadiri Peringatan 82 Tahun Pembebasan Leningrad dari Blokade Nazi
JAKARTA, Framing NewsTV — Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri rangkaian acara seremonial untuk memperingati 82 tahun pembebasan Leningrad sepenuhnya dari blokade Nazi yang digelar di St. Petersburg, Selasa (27/1/2026). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang tragedi kemanusiaan besar dalam sejarah Perang Dunia II sekaligus menghormati ketahanan warga dan tentara Soviet yang bertahan di tengah pengepungan berkepanjangan.
Peletakan Bunga di Monumen Nevsky Pyatachok
Dalam rangkaian acara tersebut, Presiden Putin meletakkan bunga di monumen Batu Penanda yang merupakan bagian dari kompleks memorial Nevsky Pyatachok. Lokasi ini berada di garis depan selatan Leningrad dan memiliki makna strategis dalam sejarah pengepungan kota.
Di bentangan kecil sepanjang sekitar 3 kilometer di kawasan ini, pasukan Tentara Merah yang kalah jumlah menahan laju pasukan Nazi sejak hari-hari pertama pengepungan. Pertahanan sengit di Nevsky Pyatachok mencegah musuh menembus kota dan menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan Leningrad bertahan.
Nevsky Pyatachok dan Simbol Pengorbanan
Nevsky Pyatachok dikenal sebagai jembatan kecil di tepi kiri Sungai Neva, tempat tentara Soviet bertempur melawan pasukan musuh yang jauh lebih unggul. Pada 1971, Batu Penanda diresmikan di lokasi ini untuk mengenang para pembela Tanah Air yang gugur.
Pada batu tersebut terukir bait puisi karya Robert Rozhdestvensky yang menjadi simbol pengorbanan para prajurit Soviet:
“Kalian yang masih hidup, ingatlah bahwa kami tidak ingin meninggalkan tanah ini, dan kami tidak meninggalkannya. Kami berjuang sampai mati di tepi perairan gelap Neva. Kami telah mati agar kalian dapat hidup.”
Ziarah ke Pemakaman Memorial Piskaryovskoye
Presiden Putin juga mengunjungi Pemakaman Memorial Piskaryovskoye di St. Petersburg. Di lokasi ini, ia mengikuti upacara peletakan karangan bunga di monumen Ibu Pertiwi untuk mengenang warga kota dan para pembela Leningrad yang dimakamkan di sana.
Pemakaman Memorial Piskaryovskoye merupakan salah satu situs peringatan terbesar bagi korban pengepungan Leningrad. Di tempat ini, sejarah penderitaan warga sipil dan tentara Soviet selama hampir 900 hari pengepungan diabadikan secara kolektif.
Ratusan Ribu Korban Blokade Leningrad
Sekitar 420.000 penduduk Leningrad yang meninggal akibat kelaparan, kedinginan, penyakit, serta korban pemboman dan serangan udara dimakamkan di kawasan pemakaman ini. Selain itu, sekitar 70.000 tentara juga dimakamkan di 186 kuburan massal dan sekitar 6.000 kuburan individu.
Di dinding peringatan di belakang monumen Ibu Pertiwi, terukir kutipan terkenal dari penyair Rusia Olga Bergholz yang menjadi simbol ingatan nasional:
“Tidak seorang pun dilupakan, tidak ada yang dilupakan.”
Kutipan ini hingga kini menjadi pengingat kuat akan besarnya harga kemanusiaan yang dibayar selama pengepungan.
Sejarah Pengepungan Leningrad
Pengepungan Leningrad oleh Nazi Jerman berlangsung dari 8 September 1941 hingga 27 Januari 1944. Kota tersebut bertahan selama 872 hari dalam kondisi ekstrem, menghadapi kelaparan massal, suhu musim dingin yang mematikan, serta serangan udara dan artileri tanpa henti.
Sebelum pengepungan, sekitar 3.000.000 orang tinggal di Leningrad dan wilayah sekitarnya. Namun, pada akhir pengepungan, hanya sekitar 800.000 penduduk yang tersisa di kota yang dikenal sebagai Ibu Kota Utara Rusia tersebut.
Putin: Ingatan Sejarah Harus Dijaga
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Kremlin, kehadiran Presiden Putin dalam peringatan ini menegaskan pentingnya menjaga ingatan sejarah Perang Dunia II. Kremlin menyebut peringatan pembebasan Leningrad sebagai bentuk penghormatan negara kepada para korban dan pejuang yang mempertahankan kota dengan pengorbanan luar biasa.
“Menjaga kebenaran sejarah dan menghormati mereka yang mempertahankan Tanah Air adalah kewajiban generasi sekarang,” demikian pernyataan Kremlin yang dikutip media pemerintah Rusia.
Simbol Ketahanan dan Persatuan Nasional
Peringatan ke-82 pembebasan Leningrad tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga simbol ketahanan dan persatuan nasional Rusia. Acara ini dihadiri pejabat negara, veteran, serta masyarakat umum yang memberikan penghormatan kepada para korban dan pahlawan Perang Dunia II.
Melalui peringatan ini, Rusia kembali menegaskan bahwa tragedi blokade Leningrad akan terus dikenang sebagai pelajaran sejarah dan peringatan akan besarnya pengorbanan demi mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa. (fntv)

Posting Komentar untuk "Putin Hadiri Peringatan 82 Tahun Pembebasan Leningrad dari Blokade Nazi"