Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bertemu Presiden Putin di Moskow: Ini Isi Pembicaraannya!

JAKARTA, Framing NewsTV Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Negara Palestina Mahmoud Abbas di Moskow dalam rangka kunjungan kerja. Pertemuan tingkat tinggi ini membahas hubungan bilateral Rusia–Palestina sekaligus perkembangan terbaru situasi Timur Tengah, dengan fokus utama pada krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

Pertemuan tersebut menjadi penegasan kembali posisi Rusia yang secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina serta solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik berkepanjangan Israel–Palestina.

Hubungan Rusia–Palestina Berakar Sejak Lama

Dalam sambutannya membuka pembicaraan, Presiden Vladimir Putin menekankan bahwa hubungan Rusia dan Palestina memiliki akar sejarah yang kuat dan bersifat strategis.

“Hubungan antara Rusia dan Palestina memiliki akar yang dalam dan kualitas yang istimewa. Pada tahun 1988, Uni Soviet mengakui Negara Palestina, dan kami mempertahankan posisi tersebut hingga hari ini,” ujar Putin, Dilansir en.kremlin.ru, Sabtu (22/1/2026).

Putin menegaskan bahwa pendekatan Rusia terhadap isu Palestina selalu konsisten dan berlandaskan prinsip hukum internasional.

“Kami percaya bahwa hanya pembentukan dan berfungsinya negara Palestina secara penuh yang dapat mengarah pada penyelesaian konflik Timur Tengah yang langgeng,” tegasnya.

Kerja Sama Ekonomi dan Kemanusiaan Terus Ditingkatkan

Meski diakui volume perdagangan bilateral masih relatif terbatas, Presiden Putin menyebut tren peningkatan mulai terlihat signifikan.

“Perdagangan timbal balik kita telah meningkat tiga kali lipat dalam beberapa waktu terakhir,” kata Putin.

Selain ekonomi, kerja sama kemanusiaan juga menjadi fokus utama. Rusia terus memberikan dukungan di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Palestina.

“Tahun ini, sekitar 150 pemuda Palestina sedang dan akan terus belajar di lembaga pendidikan tinggi di Rusia,” ungkap Putin.

Bantuan Kemanusiaan Rusia untuk Gaza

Isu keamanan dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza menjadi salah satu agenda utama pertemuan. Presiden Putin menyampaikan bahwa Rusia telah memberikan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan.

“Kami telah mengirimkan lebih dari 800 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui sekitar 32 misi, termasuk pengiriman gandum secara langsung dan melalui organisasi internasional,” jelas Putin.

Ia juga menyebut kesiapan Rusia mendukung pembentukan badan internasional baru yang berfokus pada pemulihan Gaza.

“Kami bersedia menyediakan dana sebesar $1 miliar untuk Dewan Perdamaian guna membantu pemulihan Jalur Gaza dan mendukung rakyat Palestina,” ujar Putin, merujuk pada inisiatif internasional yang tengah dibahas.

Delegasi Tinggi Rusia Hadir dalam Pertemuan


Kehadiran para pejabat ini menegaskan keseriusan Moskow dalam memperkuat kerja sama strategis dengan Palestina di berbagai sektor.


Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Rusia selama lebih dari 50 tahun.

“Kami adalah sahabat Rusia dan rakyat Rusia. Rusia adalah bangsa yang dapat kami andalkan di banyak bidang,” ujar Abbas.

Ia menegaskan bahwa dukungan politik, diplomatik, dan ekonomi Rusia memiliki arti yang sangat penting bagi rakyat Palestina.

“Rakyat kami sangat berterima kasih atas bantuan, dukungan, dan pendirian Rusia yang teguh dalam membela Palestina,” katanya.

Kondisi Gaza dan Penolakan Pengusiran Warga Palestina

Abbas juga memaparkan kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan akibat agresi Israel.

“Jumlah korban tewas dan luka-luka di Jalur Gaza telah mencapai 260.000 jiwa. Sebanyak 85 persen infrastruktur—sekolah, universitas, masjid, gereja—hancur,” ungkapnya.

Meski menghadapi penderitaan berat, Abbas menegaskan sikap rakyat Palestina yang menolak pengusiran dari tanah mereka.

“Kami menentang upaya Amerika dan Israel untuk mengusir warga Palestina. Rakyat kami tidak akan meninggalkan tanah mereka, apa pun risikonya,” tegas Abbas.

Seruan Perdamaian Berdasarkan Hukum Internasional

Dalam penutup pernyataannya, Mahmoud Abbas menegaskan bahwa Palestina hanya menginginkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

“Kami berharap perdamaian dapat dibangun berdasarkan resolusi hukum internasional dan keputusan PBB. Yerusalem Timur tetap menjadi ibu kota Palestina,” katanya.

Abbas juga menegaskan bahwa Rusia merupakan negara pertama yang secara konsisten mendukung Palestina di panggung internasional.

“Kami menganggap Moskow sebagai rumah kedua. Kami berada di sini di antara teman-teman kami,” tutup Abbas.

Pertemuan ini kembali menegaskan posisi Rusia sebagai salah satu aktor utama yang konsisten mendorong penyelesaian damai konflik Palestina–Israel melalui jalur diplomasi dan hukum internasional. (fntv)

Posting Komentar untuk "Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bertemu Presiden Putin di Moskow: Ini Isi Pembicaraannya!"