Krisis Iran Kian Memburuk: Aksi Protes Meluas, Internet Diputus, Korban Tewas Tembus 116 Orang
JAKARTA, Framing NewsTV – Krisis politik dan keamanan di Iran semakin memburuk seiring meluasnya aksi protes nasional di berbagai kota. Lembaga pemantau hak asasi manusia melaporkan bahwa gelombang demonstrasi yang diwarnai tindakan represif aparat telah menewaskan sedikitnya 116 orang, sementara ribuan lainnya ditahan.
Situasi tersebut diperparah dengan langkah pemerintah Iran yang memutus jaringan internet dan memblokir layanan telepon, sehingga mempersulit pemantauan kondisi di lapangan dari luar negeri. Informasi ini dilaporkan Associated Press (AP News) pada Minggu, 11 Januari 2026.
Internet Diputus, Informasi Diperketat
Menurut laporan AP News, pemadaman internet dilakukan secara luas di sejumlah wilayah Iran. Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk membatasi arus informasi dan mencegah penyebaran dokumentasi aksi protes ke dunia internasional.
Pemutusan jaringan komunikasi tersebut membuat pemantauan demonstrasi nasional menjadi semakin sulit, terutama bagi lembaga internasional dan media asing yang selama ini mengandalkan laporan warga serta aktivis di lapangan.
Laporan Aktivis HAM: 116 Tewas, 2.600 Ditahan
Lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan bahwa hingga 11 Januari 2026, jumlah korban tewas akibat kekerasan dalam penanganan demonstrasi telah mencapai 116 orang. Selain itu, lebih dari 2.600 orang dilaporkan telah ditangkap oleh aparat keamanan Iran.
AP News menyebutkan bahwa HRANA dikenal memiliki rekam jejak yang relatif akurat dalam melaporkan gelombang kerusuhan dan protes sebelumnya di Iran, sehingga angka korban tersebut dianggap kredibel oleh komunitas internasional.
Versi Pemerintah Iran: Situasi Terkendali
Di sisi lain, televisi pemerintah Iran menyampaikan narasi berbeda. Media pemerintah melaporkan bahwa sejumlah anggota pasukan keamanan juga menjadi korban dalam kerusuhan tersebut, sembari menegaskan bahwa situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah.
Meski demikian, media pemerintah Iran juga mengakui bahwa aksi protes tetap berlanjut hingga Minggu pagi, dengan konsentrasi massa dilaporkan terjadi di Teheran serta Mashhad, kota besar di wilayah timur laut Iran.
Ancaman Keras: Demonstran Disebut ‘Musuh Tuhan’
Ketegangan meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberi sinyal akan adanya penindakan keras terhadap para demonstran. Sikap tersebut ditegaskan lebih lanjut oleh Jaksa Agung Iran Mohammad Movahedi Azad, yang mengeluarkan pernyataan bernada ancaman.
Dalam siaran televisi pemerintah Iran, Movahedi Azad memperingatkan bahwa siapa pun yang ikut serta dalam demonstrasi akan dianggap sebagai “musuh Tuhan”, sebuah tuduhan berat dalam sistem hukum Iran yang dapat berujung pada hukuman mati.
“Para jaksa harus dengan cermat dan tanpa penundaan, melalui penerbitan dakwaan, menyiapkan dasar bagi persidangan dan konfrontasi tegas terhadap mereka yang mengkhianati bangsa dan menciptakan ketidakamanan, serta berupaya membawa dominasi asing di negara ini,” demikian pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran.
Ia menegaskan, “Proses hukum harus dilakukan tanpa kelonggaran, belas kasihan, atau toleransi.”
Selain itu, pemerintah Iran juga menyatakan bahwa pihak mana pun yang membantu atau melindungi para demonstran akan menghadapi tuntutan hukum serupa.
Amerika Serikat Bereaksi, Trump Beri Dukungan
Di tengah situasi yang kian genting, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan dukungan kepada para demonstran di Iran. Dukungan tersebut disampaikan melalui pernyataan publik yang dikutip media internasional.
“Iran sedang melihat kebebasan, mungkin seperti belum pernah sebelumnya. AS siap membantu,” kata Trump.
Sementara itu, laporan The New York Times dan The Wall Street Journal, yang mengutip pejabat Amerika Serikat secara anonim, menyebutkan bahwa Trump telah menerima sejumlah opsi militer terkait kemungkinan serangan terhadap Iran. Namun hingga kini, disebutkan bahwa belum ada keputusan akhir yang diambil.
Peringatan Keras dari Washington
Secara terpisah, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran. Dalam pernyataannya, Washington menegaskan bahwa ancaman dari Presiden Trump bukan sekadar retorika.
“Jangan main-main dengan Presiden Trump. Ketika dia mengatakan akan melakukan sesuatu, dia sungguh-sungguh,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Situasi di Iran pun kini menjadi perhatian serius komunitas internasional, dengan kekhawatiran bahwa eskalasi kekerasan dapat memicu krisis kemanusiaan yang lebih besar serta memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah. (fntv)

Posting Komentar untuk "Krisis Iran Kian Memburuk: Aksi Protes Meluas, Internet Diputus, Korban Tewas Tembus 116 Orang"