Iran Tegaskan Lebih Siap dari Sebelumnya Hadapi Potensi Serangan AS
JAKARTA, Framing NewsTV — Pemerintah Iran menegaskan berada dalam kondisi kesiapsiagaan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya untuk merespons setiap potensi serangan terhadap negaranya. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan secara signifikan antara Teheran dan Washington, menyusul gelombang protes besar yang berujung kekerasan di Iran serta pergerakan militer Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah.
Sikap tegas Iran ini disampaikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Iran dalam konferensi pers mingguan di Teheran pada Senin (26/1/2026), sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Antara.
Iran Nilai Situasi sebagai “Perang Hibrida”
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkan kondisi saat ini sebagai bentuk “perang hibrida” yang menargetkan stabilitas nasional Iran. Ia merujuk pada konflik bersenjata selama 12 hari yang terjadi pada Juni lalu, serta aksi protes baru-baru ini yang menurut Teheran dipicu oleh campur tangan asing.
“Situasi yang kami hadapi merupakan perang hibrida, yang mencakup tekanan politik, ekonomi, media, dan keamanan secara bersamaan,” ujar Baghaei dalam konferensi pers tersebut, dikutip dari Antara.
Ia menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang berada di balik eskalasi ketegangan, termasuk aksi-aksi protes yang berujung kekerasan di dalam negeri Iran.
Soroti Ancaman AS dan Pergerakan Armada Militer
Baghaei menyatakan bahwa ancaman dan klaim tanpa dasar terus dilontarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Ia secara khusus menyinggung pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump serta laporan mengenai pengerahan kapal-kapal perang AS menuju Teluk Persia.
Menurut Baghaei, langkah militer tersebut tidak hanya mengancam Iran, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas seluruh kawasan.
“Negara-negara di kawasan memahami bahwa ketidakstabilan bersifat menular dan tidak akan terbatas pada Iran saja,” tegasnya.
Desak Negara Tetangga Ambil Sikap Jelas
Dalam pernyataannya, Baghaei juga menekankan adanya kekhawatiran bersama di antara negara-negara tetangga Iran terkait konsekuensi dari kemungkinan serangan militer Amerika Serikat. Ia mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak bersikap ambigu.
“Kami meminta negara-negara kawasan untuk mengambil sikap yang jelas terhadap ancaman dan tindakan provokatif Amerika Serikat,” kata Baghaei.
Iran menilai sikap tegas negara-negara regional sangat penting guna mencegah meluasnya konflik dan dampak keamanan lintas batas.
Iran Klaim Siap Beri Respons Tegas dan Menyeluruh
Baghaei menegaskan bahwa Iran memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup untuk menghadapi setiap bentuk agresi. Ia menyebut kesiapan tersebut bersumber dari kekuatan domestik dan pengalaman historis Iran dalam menghadapi tekanan eksternal.
“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” ujar Baghaei.
Pernyataan ini mencerminkan sikap resmi pemerintah Iran yang menolak segala bentuk ancaman militer dan tekanan politik dari pihak luar.
Ketegangan Meningkat Usai Protes Berdarah di Iran
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam setelah gelombang protes besar di Iran berubah menjadi kekerasan. Pemerintah Iran mengklaim bahwa kerusuhan tersebut telah menelan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Pada puncak aksi protes awal Januari 2026, Presiden AS Donald Trump secara terbuka memperingatkan pemerintah Iran agar tidak menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran.
“Saya akan datang menyelamatkan mereka jika kekuatan mematikan digunakan,” ujar Trump kala itu, menurut pernyataan yang dikutip media internasional.
Trump Dorong Demonstran dan Singgung Pergantian Kepemimpinan
Beberapa hari setelah pernyataan tersebut, Trump kembali memicu kontroversi dengan mendorong para pengunjuk rasa untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga negara. Ia bahkan menyebut bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
Trump juga menyampaikan bahwa sudah waktunya terjadi perubahan kepemimpinan di Iran, pernyataan yang oleh banyak pihak di Teheran ditafsirkan sebagai ancaman langsung terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
AS Kerahkan Armada ke Timur Tengah
Ketegangan semakin memuncak setelah Presiden AS pada Sabtu lalu mengumumkan bahwa sebuah “armada” Amerika Serikat sedang menuju Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa Washington memantau situasi di Iran dengan sangat cermat.
Trump mengonfirmasi laporan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln serta sejumlah kapal perusak berpeluru kendali dijadwalkan tiba di kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Pernyataan ini memicu reaksi keras dari para pemimpin politik dan militer Iran yang memperingatkan akan adanya respons kuat dan menyeluruh jika terjadi serangan terhadap negara itu. (fntv)

Posting Komentar untuk "Iran Tegaskan Lebih Siap dari Sebelumnya Hadapi Potensi Serangan AS"