Resmi Gantikan Maduro, Delcy Rodríguez Dilantik Jadi Presiden Sementara Venezuela di Tengah Krisis Geopolitik
JAKARTA, Framing NewsTV - Venezuela resmi memasuki fase baru dalam dinamika politik nasional setelah Wakil Presiden Delcy Rodríguez dilantik sebagai Presiden Sementara Republik Bolivarian Venezuela. Pelantikan ini dilakukan menyusul keputusan Mahkamah Agung Venezuela (Tribunal Supremo de Justicia/TSJ) yang menetapkan Delcy sebagai pemegang kewenangan eksekutif tertinggi negara.
Pelantikan berlangsung di Palacio Federal Legislativo, Caracas, pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 17.00 waktu setempat, atau Selasa, 6 Januari 2026, pukul 04.00 WIB. Momentum tersebut sekaligus mengakhiri kekosongan kekuasaan yang terjadi setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat, Delta Force, dalam operasi yang memicu kecaman luas dari pemerintah Venezuela.
Media resmi pemerintah, Agencia Venezolana de Noticias (AVN), melaporkan bahwa pelantikan Delcy Rodríguez merupakan tindak lanjut langsung dari putusan Mahkamah Agung Venezuela tertanggal 3 Januari 2025. Dalam putusan tersebut, TSJ menegaskan bahwa pengalihan kewenangan dilakukan demi menjaga keberlangsungan pemerintahan dan stabilitas negara.
“Diperintahkan agar warga negara Delcy Eloína Rodríguez Gómez, Wakil Presiden Eksekutif Republik, mengambil alih dan menjalankan—dalam kapasitas sebagai pejabat sementara—seluruh atribusi, kewajiban, dan kewenangan yang melekat pada jabatan Presiden Republik Bolivarian Venezuela,” bunyi pernyataan resmi Mahkamah Agung Venezuela.
Menurut AVN dan stasiun televisi pemerintah VTV, penunjukan Delcy Rodríguez dipandang sebagai mekanisme konstitusional yang sah. Langkah ini disebut penting untuk memastikan kesinambungan administrasi negara, menjaga stabilitas politik, serta mempertahankan kedaulatan Venezuela di tengah tekanan dan krisis geopolitik yang sedang berlangsung.
Dalam sumpah jabatan, Delcy Rodríguez menegaskan komitmennya untuk melanjutkan prinsip-prinsip Revolusi Bolivarian serta menolak segala bentuk intervensi asing terhadap Venezuela. Pidato pengukuhan Delcy disampaikan dengan nada emosional, menekankan tekadnya untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan nasional.
“Saya bersumpah tidak akan memberi istirahat pada tangan saya, maupun ketenangan pada jiwa saya, hingga Venezuela berada pada takdir yang layak baginya—sebagai bangsa yang bebas, berdaulat, dan merdeka,” ujar Delcy di hadapan parlemen.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah AS akan mendukung Delcy Rodríguez dalam menjalankan pemerintahan sementara Venezuela. Pernyataan ini mematahkan spekulasi internasional yang menyebut AS akan mendorong tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, sebagai pengganti Nicolás Maduro.
Dukungan terbuka Trump tersebut menimbulkan persepsi bahwa Delcy Rodríguez merupakan figur yang dapat diterima oleh Washington. Namun, Delcy segera memberikan pernyataan yang menunjukkan sikap berbeda. Beberapa jam setelah penangkapan Nicolás Maduro, Delcy menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
“Presiden Venezuela hanya satu, Nicolás Maduro,” tegas Delcy, menegaskan loyalitasnya kepada pemimpin yang selama ini berseberangan dengan Amerika Serikat.
Pelantikan Delcy Rodríguez sebagai Presiden Sementara Venezuela menempatkan negara itu pada titik krusial. Di satu sisi, pemerintah berupaya menjaga stabilitas dan kesinambungan pemerintahan. Di sisi lain, tekanan geopolitik dan sorotan internasional terhadap masa depan Venezuela diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat. (fntv)

Posting Komentar untuk "Resmi Gantikan Maduro, Delcy Rodríguez Dilantik Jadi Presiden Sementara Venezuela di Tengah Krisis Geopolitik"