Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Investigasi Al Jazeera: Israel Diduga Gunakan Senjata Termobarik yang Bikin Warga Gaza “Menguap”

JAKARTA, Framing NewsTV – Israel disebut menggunakan jenis senjata yang diduga mampu membuat ribuan warga Gaza hilang tanpa jejak selama agresi yang berlangsung sejak Oktober 2023. Hal itu terungkap dalam laporan investigasi The Rest of the Story yang dipublikasikan Al Jazeera Arabic.

Dalam laporan tersebut disebutkan ribuan warga Palestina menghilang tanpa sisa jasad utuh. Yang tertinggal di lokasi serangan hanya percikan darah atau serpihan kecil jaringan tubuh.


Salah satu kisah datang dari Yasmin Mahani. Pada subuh 10 Agustus 2024, ia menyusuri reruntuhan sekolah Al-Tabin di Gaza City untuk mencari putranya, Saad. Ia menemukan suaminya dalam kondisi selamat, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan anaknya.

“Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah,” ujar Mahani, dikutip dari investigasi Al Jazeera yang ditayangkan 9 Februari 2026.

Ia mengaku telah mencari di rumah sakit dan kamar mayat selama berhari-hari.

“Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu bagian tersulitnya,” tuturnya.

Menurut laporan tersebut, lebih dari 72.000 warga Palestina tewas sejak konflik meningkat, dan ribuan lainnya dinyatakan lenyap.


Para ahli dan saksi mata dalam investigasi mengaitkan fenomena hilangnya jasad dengan penggunaan sistematis senjata termal dan termobarik. Senjata jenis ini kerap disebut sebagai bom vakum atau aerosol dan mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celcius.

Ahli militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan bahwa senjata termobarik bekerja dengan menyebarkan awan bahan bakar yang kemudian menyala dan menciptakan bola api besar disertai efek vakum.

Berbeda dengan bahan peledak konvensional, ledakan ini menghasilkan panas ekstrem dan tekanan tinggi yang dapat menghancurkan materi biologis dalam hitungan detik.

Investigasi juga menyoroti penggunaan tritonal—campuran TNT dan bubuk aluminium—yang terdapat dalam bom buatan Amerika Serikat seperti MK-84, yang disebut mampu menghasilkan suhu sangat tinggi.

Metode Eliminasi dan Catatan Pertahanan Sipil

Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina di Gaza, Mahmoud Basal, menjelaskan pihaknya menggunakan metode eliminasi untuk menghitung korban.

“Kami memasuki rumah yang menjadi target dan mencocokkan jumlah penghuni yang diketahui dengan jenazah yang ditemukan,” katanya.

“Jika sebuah keluarga memberi tahu kami bahwa ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga jenazah yang utuh, kami menganggap dua jenazah yang tersisa sebagai ‘menguap.’ Tidak ada jejaknya selain percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperti kulit kepala,” ujarnya.

Sorotan Hukum Internasional

Sejumlah ahli hukum yang dikutip dalam investigasi menyatakan bahwa penggunaan senjata yang tidak dapat membedakan antara kombatan dan warga sipil dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional dan berpotensi menjadi kejahatan perang.

Laporan tersebut kembali memicu perdebatan global mengenai jenis amunisi yang digunakan dalam konflik serta implikasinya terhadap perlindungan warga sipil. (fntv)

Posting Komentar untuk "Investigasi Al Jazeera: Israel Diduga Gunakan Senjata Termobarik yang Bikin Warga Gaza “Menguap”"