Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Muhammadiyah Peringatkan Teror Aktivis Bisa Hancurkan Citra Prabowo dan Menggerus Demokrasi

JAKARTA, Framing NewsTV - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menilai rangkaian teror terhadap aktivis dan masyarakat sipil berpotensi serius merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Anwar, jika peristiwa intimidasi ini dibiarkan tanpa penanganan tegas, publik dapat menilai Prabowo sebagai pemimpin yang tidak ramah terhadap kritik sosial dan kebebasan berpendapat.

“Publik bisa saja mengecap pemerintah sebagai anti kritik. Kami tidak mau hal itu terjadi karena dampaknya sangat buruk bagi masa depan bangsa,” ujar Anwar Abbas, dikutip dari tempo.co, Senin, 4/1/2026. Ia menegaskan, demokrasi hanya dapat tumbuh sehat apabila kritik masyarakat dilindungi, bukan justru dihadapkan pada ancaman dan teror.

Selain mencederai citra pemerintahan, Anwar menyebut praktik teror sebagai bentuk pelecehan terhadap konstitusi. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat warga negara telah dijamin secara tegas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi setiap warga yang menyuarakan pendapat, termasuk kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Anwar juga mendorong pemerintah agar lebih fokus menunjukkan kerja nyata, khususnya dalam penanganan bencana di Sumatera. Menurutnya, respons konkret di lapangan, bantuan yang cepat, serta pemulihan yang terukur akan menjadi jawaban paling efektif atas kritik masyarakat sipil. “Pembuktian di lapangan jauh lebih ampuh dan efektif dibandingkan sekadar kata-kata,” ucapnya.

Deretan Teror terhadap Aktivis dan Influencer

Sejumlah aktivis dan figur publik dilaporkan mengalami teror fisik dan digital di penghujung 2025. Pemusik asal Aceh, DJ Donny, mengaku menerima kiriman bangkai ayam disertai surat ancaman. Tidak hanya itu, rumahnya juga dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal, memicu kekhawatiran atas keselamatan dirinya dan keluarga.

Kasus serupa dialami influencer asal Aceh, Shery Annavita, yang mengaku menerima kiriman telur busuk dan mengalami vandalisme pada kendaraannya. Teror juga menyasar Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. Rumah Iqbal dikirimi bangkai ayam dengan pesan bernada ancaman yang diduga berkaitan dengan aktivitas advokasinya, terutama kritik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani bencana di Sumatera.

Intimidasi tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga merambah ruang digital. Kreator konten Virdian Aurellio melaporkan serangan siber setelah rutin mengunggah kondisi pascabencana di Aceh. Akun WhatsApp adiknya diduga diretas dan digunakan untuk mengirim konten pornografi ke sejumlah grup. Selain itu, terdapat upaya pengambilalihan akun anggota keluarga lainnya serta pesan-pesan yang mendiskreditkan Virdian dari nomor tak dikenal.

Aktor Yama Carlos juga mengaku menjadi sasaran teror setelah mengunggah video satir mengenai situasi bencana Sumatera. Bentuk intimidasi yang diterimanya antara lain pesan WhatsApp berisi ancaman, perintah untuk menghapus konten, hingga pengiriman paket cash on delivery (COD) fiktif ke alamat rumahnya.

Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan belum mengetahui adanya teror yang mengancam keamanan warga. “Saya sendiri belum tahu. Jadi bagaimana saya percaya mereka diteror? Oleh siapa? Karena apa?” kata Pigai, Rabu, 31/12/2025. (fntv)

Posting Komentar untuk "Muhammadiyah Peringatkan Teror Aktivis Bisa Hancurkan Citra Prabowo dan Menggerus Demokrasi"