Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wapres Gibran Tinjau Basilika dan Plaza Kerukunan IKN—Simbol Toleransi di Ibu Kota Baru



JAKARTA, Framing NewsTV - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Basilika dan Plaza Kerukunan di kawasan peribadatan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (30/12/2025). Peninjauan dilakukan usai Wapres mengecek progres pembangunan Masjid Negara IKN.

Kawasan peribadatan ini dirancang sebagai ruang bersama lintas agama dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan IKN berjalan seimbang antara fungsi pemerintahan, sosial, dan nilai-nilai kebangsaan.

Arahan Presiden: IKN Harus Cerminkan Kebhinekaan

Peninjauan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa pembangunan IKN harus merepresentasikan wajah Indonesia sebagai bangsa majemuk yang menjunjung tinggi toleransi. Presiden juga menegaskan bahwa fasilitas keagamaan di IKN tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi menjadi simbol persatuan nasional dan peradaban Indonesia yang berlandaskan kebhinekaan.

Dalam keterangan tertulisnya, Wapres Gibran menegaskan bahwa kawasan peribadatan IKN memiliki makna strategis dalam merawat harmoni antarumat beragama.

“Saya juga meninjau Plaza Kerukunan, sebuah kawasan ruang terbuka publik yang menjadi wujud nyata komitmen negara dalam merawat keberagaman, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di IKN,” ujar Wapres.

Basilika Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung Awal 2026

Wapres menjelaskan bahwa salah satu rumah ibadah di kawasan tersebut adalah Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius, yang akan menjadi basilika pertama di Indonesia.

“Gereja ini dirancang dengan kapasitas sekitar 1.600 umat dan ditargetkan selesai pada awal tahun 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa kawasan peribadatan IKN dirancang secara terpadu sebagai simbol nyata toleransi dan persatuan di ibu kota baru.

“Beliau mengapresiasi desain basilika dan konsep kawasan peribadatan yang saling terhubung. Di kawasan ini nantinya tidak hanya ada masjid dan basilika, tetapi juga tempat ibadah lain seperti pura,” jelas Basuki.

Menurut Basuki, pemerintah menargetkan seluruh fasilitas peribadatan di kawasan inti IKN dapat segera diselesaikan agar dapat dimanfaatkan oleh umat masing-masing.

“Diharapkan seluruhnya dapat diselesaikan pada Januari 2026, sehingga fungsi peribadatan di kawasan inti IKN bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Progres Pembangunan Capai 93,3 Persen

Sebagai informasi, Basilika Santo Fransiskus Xaverius dibangun di atas lahan seluas 37.781 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 18.862,68 meter persegi. Lingkup pekerjaan mencakup bangunan utama basilika, Taman Doa Jalan Salib, Taman Doa Gua Maria, Wisma Uskup, bangunan penunjang, plaza seremonial, area parkir, serta akses kawasan yang terhubung dengan rumah ibadah lain di sekitarnya.

Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan fisik basilika telah mencapai 93,3 persen. Kawasan peribadatan IKN juga dirancang terintegrasi dengan Plaza Kerukunan sebagai ruang terbuka publik, serta dilengkapi monumen simbolik berbentuk segi enam yang melambangkan enam agama di Indonesia. (fntv)

Posting Komentar untuk "Wapres Gibran Tinjau Basilika dan Plaza Kerukunan IKN—Simbol Toleransi di Ibu Kota Baru"