Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Target 15.000 Unit dalam 3 Bulan



ACEH TAMIANG, Framing NewsTV - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang dimulai sejak 24 Desember 2025. Dalam waktu kurang dari 2 minggu, progres pembangunan menunjukkan percepatan signifikan. Sebanyak 600 unit hunian ditargetkan rampung dan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya ditempati oleh warga terdampak bencana.

Tidak hanya berhenti pada tahap awal, pemerintah bersama Danantara Indonesia menargetkan pembangunan total 15.000 unit Huntara dalam waktu 3 bulan ke depan. Hunian tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan tempat tinggal yang aman, layak, dan bermartabat.

Hunian Darurat dengan Standar Layak dan Fasilitas Lengkap

Rumah Hunian Danantara dibangun dengan mengacu pada standar kelayakan hunian darurat. Setiap unit dirancang memiliki struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Selain itu, pembangunan Huntara juga mengadaptasi kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal.

Kawasan Huntara dilengkapi berbagai fasilitas umum, seperti klinik kesehatan, taman bermain anak, serta akses listrik dan internet yang disediakan tanpa biaya. Pendekatan ini dilakukan agar Huntara tidak hanya menjadi tempat berteduh sementara, tetapi juga ruang hidup yang mendukung pemulihan sosial dan psikologis warga terdampak.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di saat menghadapi bencana.

“Tujuan negara adalah secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat. Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian dengan cepat. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang,” ujar Prabowo, dikutip Kamis (1/1/2026).

Sinergi BUMN Dorong Percepatan Pembangunan

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa capaian pembangunan Huntara hingga awal tahun 2026 merupakan hasil sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung eksekusi di lapangan.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang sudah ditetapkan secara jelas sejak awal. Capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya,” kata Rosan.

Menurut Rosan, BUMN bergerak cepat di lapangan, meski menghadapi tantangan kondisi geografis dan cuaca, demi memastikan masyarakat segera memperoleh hunian yang layak.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Huntara bukan sekadar solusi jangka pendek.

“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.

Kolaborasi Luas BUMN Karya dan Dukungan Infrastruktur

Pembangunan tahap pertama Huntara merupakan hasil kolaborasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia melalui program payung BUMN Peduli. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) turut berkontribusi dengan menyediakan lahan untuk pembangunan kawasan hunian.

Sementara itu, 7 BUMN Karya terlibat langsung dalam konstruksi ratusan unit Huntara dengan sistem percepatan dan teknologi modular. PT Hutama Karya (Persero) bertindak sebagai koordinator lapangan, bekerja bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).

Dukungan infrastruktur dasar juga diperkuat oleh PT PLN (Persero) yang memastikan ketersediaan pasokan listrik, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menghadirkan konektivitas komunikasi dan internet di kawasan Huntara.

Di sisi pembiayaan dan logistik, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI turut mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan dan memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.

Disiplin Eksekusi dan Koordinasi Ketat

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat.

“Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, mulai dari percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan,” jelas Dony.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antara Danantara Indonesia, BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian terkait menjadi faktor kunci dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana.

“Ini contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran sebagai perpanjangan tangan negara, tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Aceh Tamiang Masuk Fase Pemulihan Awal

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Bencana tersebut melanda hampir seluruh kecamatan dan berdampak pada lebih dari 100.000 jiwa.

Ribuan rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga rusak berat. Selain itu, terjadi kerusakan luas pada jalan, jembatan, tanggul, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, sarana ibadah, serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Memasuki 31 Desember 2025, Aceh Tamiang berada dalam fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan awal. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi penyediaan hunian sementara yang layak, pemulihan ratusan kilometer infrastruktur dasar, serta rehabilitasi ribuan hektare lahan produktif agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan bermartabat.

Ke depan, pemerintah bersama BUMN dan para pemangku kepentingan akan melanjutkan upaya pemulihan ke tahap berikutnya, termasuk penguatan mata pencaharian masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi lokal. (fntv)

Posting Komentar untuk "Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang, Target 15.000 Unit dalam 3 Bulan"