Presiden Iran: Pembunuhan Khamenei Deklarasi Perang terhadap Muslim!
JAKARTA, Framing NewsTV – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan deklarasi “perang terbuka” terhadap umat Muslim, khususnya Syiah, di seluruh dunia. Pernyataan keras ini disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik pasca-serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam pesan resminya yang dikutip media pemerintah Iran, Press TV, Senin (2/3/2026), Pezeshkian menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Khamenei yang disebutnya sebagai pemimpin besar umat Islam.
“Ujian Terbesar bagi Dunia Muslim”
Pezeshkian menggambarkan kematian Khamenei sebagai peristiwa monumental yang mengguncang dunia Islam.
“Peristiwa ini adalah ujian terbesar bagi dunia Muslim saat ini,” ujarnya.
Ia menuding apa yang disebutnya sebagai “poros Amerika-Zionis” berada di balik serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran tersebut.
“Pembunuhan tokoh politik tertinggi Republik Islam Iran dan otoritas keagamaan terkemuka di dunia Syiah oleh poros Amerika-Zionis yang kejam, dianggap sebagai deklarasi perang terbuka terhadap Muslim, khususnya Syiah, di seluruh dunia,” tegas Pezeshkian.
Pernyataan ini menandai sikap resmi pemerintah Iran yang memandang serangan tersebut bukan sekadar operasi militer, melainkan agresi ideologis dan religius.
Janji Pembalasan Maksimal
Dalam pidatonya, Pezeshkian juga menekankan bahwa Iran menganggap pembalasan terhadap pihak yang bertanggung jawab sebagai hak sah negara.
“Republik Islam Iran menganggap upaya pembalasan dan membalas dendam kepada para pelaku dan penghasut kejahatan bersejarah ini sebagai tugas dan haknya yang sah, dan akan menggunakan kekuatan maksimalnya untuk memenuhi tanggung jawab besar ini,” katanya.
Ia menyebut Khamenei sebagai pemimpin “agung dan suci” yang memberikan integritas dan kehormatan bagi bangsa Iran serta menjadi “duri dalam daging” bagi musuh-musuh Islam dan Iran.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa respons Iran ke depan berpotensi meluas dan tidak terbatas pada satu wilayah konflik saja.
40 Hari Berkabung Nasional
Ayatollah Khamenei gugur dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2). Pemerintah Iran melalui kabinetnya pada Minggu (1/3) mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta tujuh hari libur resmi.
Langkah ini menunjukkan besarnya pengaruh dan posisi Khamenei dalam struktur politik dan keagamaan Iran, sekaligus mempertegas dampak emosional dan politik atas wafatnya pemimpin tersebut.
Trump Klaim 48 Pemimpin Iran Tewas
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa total 48 pemimpin Iran tewas dalam serangan militer yang dilancarkan Washington bersama Israel.
Dalam wawancara dengan media AS, Fox News, seperti dikutip Agence France-Presse (AFP), Trump menyebut operasi tersebut sebagai kesuksesan besar.
“Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat,” kata Trump.
Ia juga menyatakan optimisme atas dampak strategis operasi tersebut dalam wawancara terpisah dengan CNBC.
“Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal,” ucapnya.
Menurut Trump, tujuan operasi militer yang dimulai Sabtu (28/2) itu adalah menyingkirkan kepemimpinan Iran dan menghancurkan kemampuan militernya. Ia menggambarkan situasi pasca-serangan sebagai “sangat positif”.
Eskalasi Konflik dan Dampak Global
Pernyataan saling berseberangan antara Teheran dan Washington memperlihatkan betapa dalamnya jurang konflik yang kini terbuka. Di satu sisi, Iran menyebut pembunuhan Khamenei sebagai deklarasi perang terhadap Muslim. Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan operasi tersebut sebagai keberhasilan strategis.
Situasi ini berpotensi memperluas konflik ke berbagai front, melibatkan sekutu-sekutu regional masing-masing pihak. Dengan retorika yang semakin tajam dan janji pembalasan dari Iran, ketegangan di kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan meningkat dalam waktu dekat. (fntv)

Posting Komentar untuk "Presiden Iran: Pembunuhan Khamenei Deklarasi Perang terhadap Muslim!"